~GarisHorizon~Dalam perjalanan, kita tak selamanya menemukan jalan semulus jalan tol. Melainkan, akan ada tanjakan, turunan bahkan lubang ya...

Sebuah Perjalanan

/
0 Comments
~GarisHorizon~Dalam perjalanan, kita tak selamanya menemukan jalan semulus jalan tol. Melainkan, akan ada tanjakan, turunan bahkan lubang yang mengharuskan kita untuk melewatinya dengan resiko kendaraan kita rusak atau bahkan baik-baik saja untuk bisa terus melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan juga kita diharuskan memiliki bekal agar bisa sampai di tempat tujuan. Sampai akhirnya, akan ada banyak kondisi setelah sampai di tempat tujuan. seperti kelelahan, selamat tanpa kurang sesuatu apapun dan ada yang merasa puas. Itu semua tergantung bekalnya sebelum perjalanan.

Sebuah perjalanan, itu adalah analogi yang saya buat untuk menggambarkan kehidupan ini. Dimana umur adalah “jalan” yang telah kita lalui termasuk masalah, cobaan, dan tantangan yang merupakan tanjakan, turunan maupun lubang yang senantiasa menghiasi “jalan” kehidupan kita.


Didalam sebuah perjalanan tentunya akan ada “awal dan akhir”. Kita telah mengawali perjalanan kita dengan kelahiran kita didunia ini. Kelahiran adalah titik awal kita dalam melakukan perjalanan. Dengan begitu, saat kita tumbuh dan berkembang itulah saat-saat dimana kita harus mempersiapkan bekal kita sambil berjalan. Saat kita menuntut ilmu, itu ibarat kita sedang “singgah” sejenak untuk mengumpulkan bekal perjalanan panjang kita nanti.


Akan tetapi, yang seringkali dilupakan adalah akan adanya akhir diperjalanan kita. Kita akan berakhir ditempat tujuan kita, jika tujuan awal kita adalah suatu tempat yang indah dan menyenangkan (tempat wisata contohnya) maka akan disanalah akhir perjalanan kita. Namun, jika tempat tujuan kita adalah tempat yang busuk dan kotor maka disanalah perjalanan kita berakhir.


Maka, pikirkan baik-baik tujuan awal kita karena kita akan berakhir disana. Dan, selaraskan tujuan kita dengan bekal yang memadai agar tidak terseok-seok saat berusaha mencapai tempat tujuan itu.


And the last but not at least “sebuah hasil tak akan pernah lebih baik dari persiapannya” ^_^


You may also like

Tidak ada komentar: