[GarisHorizon] sudah lebih dari dua bulan saya merantau keibukota nan panas ini. waktu yang masih pendek tentunya, dimana pastinya akan a...

[GarisHorizon] sudah lebih dari dua bulan saya merantau keibukota nan panas ini. waktu yang masih pendek tentunya, dimana pastinya akan ada banyak bulan-bulan bahkan tahun berikutnya yang akan saya jalani disini. dan overall pandangan saya sekarang, disaat ini, saya merasa nyaman.

saat ini saya sedang mengerjakan project untuk membuat sistem aplikasi untuk perusahaan lain. dan tentunya, saya diharuskan ngoding diperusahaan tersebut. yang tidak beruntungnya saya, letak kantor perusahaan tersebut dan kantor saya jaraknya lumayan jauh, (Gatot Subroto - Thamrin). 

klasik, saya yang gak bisa terbang dan menembus dinding tentunya diharuskan menggunakan kendaraan paling nyaman diibukota. Metro Mini.

dan seringnya, ada hiburan tidak resmi yang selalu saja bisa memeriahkan keadaan garing dan sumpek ketika dalam perjalanan menggunakan angkutan umum nan nyaman tersebut. musisi sederhana yang umumnya dipanggil pengamen tersebut dituntut untuk membuat keadaan didalam kendaraan tersebut meriah. tapi tidak sedikit juga yang membuatnya semakin garing.

pernah suatu ketika metromini yang saya tumpangi menyusuri jalanan megapolitan seperti biasanya. dan tidak biasanya juga saya menaikkan alis mata kanan saya dan memfokuskan pada suara indah ditengah-tengah suara klakson dan deru mesin yang tak ingin kalah berisiknya. suara yang nyaman dan menenangkan, dia bukan pengamen pada umumnya, dia adalah musisi yang sepertinya kurang beruntung, suara emas itu ia hamburkan diatas Metro Mini rongsok. sayang. sungguh sayang sekali. 

tanpa disadari, ia mengakhiri nyanyiannya dan lalu menodongkan plastik permen relaxa untuk meminta imbalan atas suaranya yang sudah hampir serak. saya yang masih terpukau dengan suaranya ingin sekali rasanya berteriak "MORE! MORE! ONE MORE SONG!!!". tapi setelah menyadari posisi saya yang sedang berada diatas Metro Mini yang masih berjalan, niat mulia itu dengan terpaksa saya urungkan.

sebagai gantinya, uang gocengan yang bersemayam dalam saku akhirnya dikeluarkan. tak ada rasa keberatan sama sekali, saya yang biasanya sebel dengan para pengamen bersuara cempreng yang memaksa untuk diberi recehan yang saya punya. tapi untuk kali ini, saya benar-benar ringan sekali memindahtangankan gocengan tersebut.

yang saya mengerti, kekuatan akan totalitas dan kebanggaan dalam setiap profesi apapun pasti akan membuahkan rasa bangga dan hasil yang totalitas juga. 

selamat beribadah dengan totalitas dibulan Ramadhan.... *smile*

[GarisHorizon] Menulis itu emang gak mudah. berapa kali saya harus tekan "backspace" atau "delete". bahkan seringnya ...

[GarisHorizon] Menulis itu emang gak mudah. berapa kali saya harus tekan "backspace" atau "delete". bahkan seringnya saya tutup mozilla firefox saya dengan draft postingan blog yang tidak selesai-selesai. dan akhirnya tak ada satupun postingan yang berhasil saya "publish". yang artinya, saya adalah seorang blogger murtad yang sama sekali tak pantas disebut blogger.

meskipun postingan saya tidak ditunggu-tunggu bahkan tidak diharapkan sama sekali. saya tetap ingin menulis. entahlah, saya merasa sedikit bangga dengan "about me" saya ditwitter. disitu terpampang dengan semena-mena dan tanpa tahu malu tertuliskan "seorang blogger" dalam about me.

yah, meskipun kata "blogger" sederhananya adalah seseorang yang memiliki blog. siapapun itu, asalkan dia menjadi admin suatu blog, maka dia pantas disebut blogger. tapi, saya menemukan bahwa kata "blogger" tidak berarti sesederhana itu. saya telah bertemu dengan sesepuh Blogger Subang. mereka adalah orang-orang luar biasa dengan pemikirannya yang sedikit "liar" namun masuk akal.

belum lagi blogger-blogger sepuh yang namanya sudah tidak aneh lagi untuk kalangan "online". saya yakin mereka adalah orang-orang luar biasa yang tentunya sangat ingin saya temui didunia nyata. entah itu untuk melihat wajahnya saja. atau lebih jauhnya saya ingin berdiskusi dan mengenal mereka lebih dekat lagi. saya yakin akan banyak pelajaran yang bisa saya dapat meski hanya sejam ngobrol dengan mereka.

inti dari basa basi diatas sebenarnya hanya ingin minta izin kepada blogger "soleh" yang mungkin gak sengaja kesasar kesini. ikhlas kah kalian kalau blogger murtad ini menyebut dirinya sendiri sebagai seorang "blogger" dalam setiap identitas yang saya punya?.... karena bagi saya, kata "blogger" adalah sebuah kebanggaan.