[GarisHorizon] sudah lebih dari dua bulan saya merantau keibukota nan panas ini. waktu yang masih pendek tentunya, dimana pastinya akan a...

Pentas atas roda

/
20 Comments
[GarisHorizon] sudah lebih dari dua bulan saya merantau keibukota nan panas ini. waktu yang masih pendek tentunya, dimana pastinya akan ada banyak bulan-bulan bahkan tahun berikutnya yang akan saya jalani disini. dan overall pandangan saya sekarang, disaat ini, saya merasa nyaman.

saat ini saya sedang mengerjakan project untuk membuat sistem aplikasi untuk perusahaan lain. dan tentunya, saya diharuskan ngoding diperusahaan tersebut. yang tidak beruntungnya saya, letak kantor perusahaan tersebut dan kantor saya jaraknya lumayan jauh, (Gatot Subroto - Thamrin). 

klasik, saya yang gak bisa terbang dan menembus dinding tentunya diharuskan menggunakan kendaraan paling nyaman diibukota. Metro Mini.

dan seringnya, ada hiburan tidak resmi yang selalu saja bisa memeriahkan keadaan garing dan sumpek ketika dalam perjalanan menggunakan angkutan umum nan nyaman tersebut. musisi sederhana yang umumnya dipanggil pengamen tersebut dituntut untuk membuat keadaan didalam kendaraan tersebut meriah. tapi tidak sedikit juga yang membuatnya semakin garing.

pernah suatu ketika metromini yang saya tumpangi menyusuri jalanan megapolitan seperti biasanya. dan tidak biasanya juga saya menaikkan alis mata kanan saya dan memfokuskan pada suara indah ditengah-tengah suara klakson dan deru mesin yang tak ingin kalah berisiknya. suara yang nyaman dan menenangkan, dia bukan pengamen pada umumnya, dia adalah musisi yang sepertinya kurang beruntung, suara emas itu ia hamburkan diatas Metro Mini rongsok. sayang. sungguh sayang sekali. 

tanpa disadari, ia mengakhiri nyanyiannya dan lalu menodongkan plastik permen relaxa untuk meminta imbalan atas suaranya yang sudah hampir serak. saya yang masih terpukau dengan suaranya ingin sekali rasanya berteriak "MORE! MORE! ONE MORE SONG!!!". tapi setelah menyadari posisi saya yang sedang berada diatas Metro Mini yang masih berjalan, niat mulia itu dengan terpaksa saya urungkan.

sebagai gantinya, uang gocengan yang bersemayam dalam saku akhirnya dikeluarkan. tak ada rasa keberatan sama sekali, saya yang biasanya sebel dengan para pengamen bersuara cempreng yang memaksa untuk diberi recehan yang saya punya. tapi untuk kali ini, saya benar-benar ringan sekali memindahtangankan gocengan tersebut.

yang saya mengerti, kekuatan akan totalitas dan kebanggaan dalam setiap profesi apapun pasti akan membuahkan rasa bangga dan hasil yang totalitas juga. 

selamat beribadah dengan totalitas dibulan Ramadhan.... *smile*


You may also like

20 komentar:

  1. perjuangan yang sangat gigih, gak pandang tempat yang penting halal

    BalasHapus
  2. Iya. Saya juga kadang mengalami hal yang sama. Mendengarkan suara bagus dari musisi jalanan yang kurang beruntung tsb. Semoga mereka bisa menemukan jalan agar suara mereka bisa diperdengarkan di televisi

    BalasHapus
  3. met memasuki bulan ramadhan

    BalasHapus
  4. mohon maaf lahir bathin ya... mas arif
    semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT

    BalasHapus
  5. kalau suara dan musikalitasnya bagus aku juga suka Bang apalagi kalau lagunya lagu TOP 40 wah bisa terpesona aku

    BalasHapus
  6. mohon maaf lahir batin ya.
    selamat menjalani ibadah puasa.
    bersihkan hati, hapuskan dendam :)

    BalasHapus
  7. aku jg suka ngasih lebih kalo pengamennya suaranya bagus ^^ klo di patas AC biasanya lumayan2 pengamennya dibanding metro

    BalasHapus
  8. gue tadi nyesek abis. pas ngenet di kfc ada cewek (cina rasanya) bisu tuli jualan aksesoris ke gue tapi lagi ga bawa uang. ga enak banget. kasian :(

    BalasHapus
  9. Ketika suatu pekerjaan di kerjakan dengan totalitas, maka semua berakhir dengan kebahagian buat diri dan orang lain. Selamat Menjalan Puasa dengan total ya....

    BalasHapus
  10. naik angkutan umum memang terkadang banyak pengalaman, banyak pelajaran berharga yg bisa kita ambil.
    ya. seperti SEMANGAT pengamen jalanan itu. :)
    terkadang itu yg memotivasi diri. pengamen jalanan aja tetep bekerja gigih dan semangat. masa kita engga.

    selamat menunaikan ibadah puasa :)

    BalasHapus
  11. beberapa musisi yang sekarang terkenal justru memulai karir dengan menjual suara di jalan

    BalasHapus
  12. ternyata pengamen pun punya banyak tipe, mas garis. ada yang murni berkesenian. tapi tak jarang juga yang tampil sedikit norak. selamat menjalankan ibadah puasa juga, semoga lancar dan sukses.

    BalasHapus
  13. pertamax...
    salam kenal,, mampir juga y...

    BalasHapus
  14. Ngeblog dengan totalitas pasti juga ada hasilnya
    Met Puasa ya..

    BalasHapus
  15. wah kita sama.... aku jg klo lagunya enak suaranya bagus rela2 aja
    atw ank yg kcilll kasian...
    kalo yg muka nyebelin suara g enak... mls sih

    BalasHapus
  16. selamat pagi Mas !
    selamat menjalankan ibadah puasa
    maaf baru bisa berkunjung ke blog ini

    BalasHapus
  17. kalo ngamennya niat sih, emang rido ngasih banyak.. paling sebel kalo yang ngamen asal2an, musik kemanaaaaa suara kemana... hehe

    BalasHapus
  18. Abdi ge sami, lamun enak laguna, pasti kenging balasan nu satimpal...hehehehhehe...

    Salam Kenal...Saya Bloger asal Subang juga....
    http://arrrian.blogspot.com/

    BalasHapus
  19. hii salam kenal iya dari vira .. :)
    jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
    wah bagus juga iya blog ka2 ... ^_^ good luck iya.....

    BalasHapus