nyaman adalah terbangun saat dunia sedang gerimis embun dan angin yang menusuk sendu aliran darah juga dingin yang tak kalah berebutan m...

nyaman adalah terbangun saat dunia sedang gerimis
embun dan angin yang menusuk sendu aliran darah
juga dingin yang tak kalah berebutan menyelimuti diri
siapa yang tidak terlena?

sayangnya, semua tampak sia-sia tanpamu... 
disini..
dibilik sederhana tempat menaungi segala resah

aku bukan rindu 
apalagi cinta
aku hanya pecahan sepi yang terbelenggu
yang membiarkan gerimis itu berlalu meninggalkan segala rasa
menyia-nyiakan rindu dan cinta itu sendiri

Jakarta - 25 Juli 2012


kuucapkan rasa ini dengan sebuah sketsa

Saya gak pernah setuju dengan aksi-aksi sweeping pemerintah atau ormas yang dilakukan menjelang atau pada saat bulan ramadhan. apalagi ...

Saya gak pernah setuju

dengan aksi-aksi sweeping pemerintah atau ormas yang dilakukan menjelang atau pada saat bulan ramadhan. apalagi (entah kapan) saya pernah mendengar sampai melakukan perusakan dan pengusiran paksa warung-warung makan pinggir jalan. 

Tujuannya kan baik

tujuannya emang apa? untuk menghormati yang sedang beribadah puasa? 
kok jadi kayak yang munafik gini ya. ibadah minta penghormatan. bukankah esensi dari puasa di bulan ramadhan itu untuk menahan hawa nafsu. bukannya menolak apalagi merusak hawa nafsu?.

Vertikal

ibadah adalah sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh si pelaku ibadah dan tuhannya. 
menyeru boleh. bagus-bagus kalau orang yang diseru mengerti dan menjalankan ibadah juga. tapi, satu hal yang kita lupa bahwa menyeru jauh berbeda dengan memaksa. otoriter. sifat yang biasa dimiliki oleh diktator-diktator masa lalu. Hitler contohnya. :p

Pada akhirnya

pengrusakan hanya akan melahirkan kebencian. kehilangan sesuatu (apalagi hal yang menjadi sumber rejekinya) sangat bikin nyesek. ini saya rasakan ketika saya kehilangan handphone yang seharga satu bulan gaji saya. entah, semarah apa saya jika handphone itu ternyata tidak hanya hilang, melainkan dirusak/diambil paksa tepat didepan saya. 

lagipula penghormatan bukanlah suatu hal yang hadir karena dipinta. penghormatan akan hadir dengan sendirinya jika memang kita layak dihormati. angkuh sekali rasanya jika kita meminta apalagi memaksa orang lain untuk menghormati kita. terlebih dalam hal ibadah. siapa kita?

yang perlu diingat, bukankah islam adalah agama yang "rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam/dunia)"  bukan "rahmatan lil muslimin (rahmat bagi manusia muslim saja)". 

yak! saya bukanlah seseorang yang pemahaman islamnya jauh dan mendalam. saya cuman menelurkan uneg-uneg yang tertahan di hati saya. jika memang pendapat saya ini melenceng dan salah. tolong ingatkan saya ya.

dan terakhir, selamat berpuasa dibulan yang suci ini. jika saya ada salah, mohon maaf lahir batin ya.. :)

"Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya... "

sempat bertanya pada senja yang mulai ingkar, "apakah ini hanya kenangan yang tertumpuk?" senja-pun menjawab dengan angkuh, &qu...

sempat bertanya pada senja yang mulai ingkar, "apakah ini hanya kenangan yang tertumpuk?"

senja-pun menjawab dengan angkuh, "bodoh! itu sama sekali bukan kenangan. itu hanya sampah yang kau anggap permata."

"tapi... ini sangat berharga... setidaknya untukku..." desahku tanpa berani menatap senja yang kini sudah terbenam dengan utuh.

jangkrik tak lagi bersuara, bulan enggan untuk memantulkan cahayanya, bahkan riuhnya angin yang setia akan malam kini utuh bergeming.

kenapa kalian menjadi seingkar ini? sungguh saya merindukan kalian yang dulu. 
- With Love, Mentari tanpa embun


di bio akun twitter saya, sudah terpampang jelas sebuah kata "gak bisa design". fyi, doodling/gambar itu jauh berbeda deng...




di bio akun twitter saya, sudah terpampang jelas sebuah kata "gak bisa design". fyi, doodling/gambar itu jauh berbeda dengan design. menurut saya sih gitu. :/

meanwhile, mbak Ninda Rahadi yang sempet nraktir saya segelas besar coffee mochaccino bermerk j.co sedang mengadakan giveaway yang menjadi salah satu kelemahan terbesar saya. Design Header Blognya.

saya pengen ikut. tapi layaknya seorang pematung yang disuruh melukis. bisa aja sih kalo dipaksain. tapi pasti hasilnya gak akan bener dan mengecewakan.

akhirnya saya sampai pada keputusan dimana saya harus mengerjakannya bersama orang lain yang benar-benar mengerti design. agar hasilnya gak mengecewakan. orang itu adalah temen saya sendiri Arie Hariana yang belakangan ini sudah saya racuni untuk memulai ngeblog. :p

oke, temen saya tersebut gak sesuka rela gitu aja membantu saya mendesign headernya mbak Ninda. sebagai gantinya, saya buatkan dia sebuah aplikasi web untuk urusan personalnya. yang kalau normalnya, saya dibayar mahal untuk membuat itu. :p

setelah terjadi kesepakatan, kita mulai berdiskusi untuk membuat header yang pas sesuai "karakter" mbak Ninda. well, sebenarnya ini bagian tersulitnya, kalau baca-baca blognya, mbak Ninda itu "unik", entahlah seleranya seperti apa. saya juga cuman bisa mengira-ngira aja.

tapi "simple" mungkin karakter yang paling mendekati seleranya untuk urusan design. pernah dulu, inget banget waktu saya blogwalking ke blognya yang masih "dark". background dan headernya serba hitam. hanya ada gambar headphone pink yang menjadi warna penengahnya. simple. 


dan setelah tiga hari lebih revisi ini itu, ganti ini itu, akhirnya kita mencapai kata sepakat pada satu design yang kita buat. berikut penampakannya: 


klik aja gambarnya biar agak jelasan dikit. :D


kalo di screenshot ama blognya, jadinya gini :

klik biar jelas. :D


well, mbak Nin, if you read this. susah tauuuuuu "kenal" ama karakter mbak tuh... :p
jadi yah, this is the best we can do... :p