berjalan kecil dibawah sore gerimis disekitaran semanggi karena diturunkan paksa oleh supir metro mini  640 yang menyerah dengan keadaan jal...

berjalan kecil dibawah sore gerimis disekitaran semanggi karena diturunkan paksa oleh supir metro mini  640 yang menyerah dengan keadaan jalan yang macet gak karuan dan memutuskan untuk putar arah dibandingkan dengan melanjutkan perjalanannya mengantarkan saya -penumpang- ketempat tujuan yang seharusnya.

saat sedang berjalan kaki memutar trotoar plaza semanggi untuk mendapatkan metro mini lainnya sehingga saya bisa melanjutkan perjalanan saya yang terpotong, saya di cegat oleh seorang pria kumal setelan preman yang ngajak ngobrol. well, atau lebih tepatnya ngajak berantem.

pria kurus tinggi tersebut bener-bener gak bersahabat, "eh, lu anak mana luh?!" "liat saku lu! lu bawa piso gak lu?!" "mau ngapain lu disini?" "kerja dimana lu?!" begitulah summary kata-katanya. saya emang pikir ini gak beres, tapi dia kayaknya gak berusaha buat ngambil barang-barang saya. jadi saya masih ngerasa tenang-tenang aja. tapi dugaan saya salah.

setelah lebih dari 10 menit perhatian saya terpaku pada pria kurus jangkung tersebut. tiba-tiba aja dia memutuskan untuk meninggalkan saya. saya kaget bukan karena dia pergi gitu aja, saya kaget karena ternyata dia gak sendirian. selama ini ada temennya dibelakang saya. dan saya makin kaget ketika tas gendong saya terbuka. dan sebuah handphone blackberry kantor yang seharusnya ada di tas udah gak ada ditempatnya. saya lemes.

saya udah coba kejar kearah terowongan di bawah jalan memutar semanggi tempat dua orang itu pergi. saya  sempat tanya pedagang aksesoris yang menggelar lapaknya disana. dia menunjuk kearah jalan atas. saya menaiki tangga hanya untuk memastikan kalau mereka berdua udah ngilang. mungkin sudah naik bis atau gimana. dan sepertinya memang sudah harus saya ikhlaskan...

buat kamu yang baca tulisan ini, hati-hati aja ya.. biar nanti bisa lebih jaga diri kalau-kalau kena situasi yang sama... :)

[Garis Horizon] ah, sepertinya saya mencuri kalimat dari mbak Ninda . Blogger romantis yang susah ditebak pikirannya :D sebagai programmer...

[Garis Horizon] ah, sepertinya saya mencuri kalimat dari mbak Ninda. Blogger romantis yang susah ditebak pikirannya :D

sebagai programmer, saya sering berangkat pagi pulang malam (tidak jarang juga sampe pagi lagi). pas pulang dan nyampe kosan-pun, saya sering buka laptop lagi sampai akhirnya tertidur dengan sendirinya didepan laptop. sebagai catatan, kegiatan macam itu bisa dikatakan rutin dan tiap hari.

sedikit cerita tentang kosan saya. gambaran singkatnya, kosannya bukan kosan mewah, dengan lantai dari kayu ditingkat dua dan mempunyai lima tetangga. 3 dikiri-kanan, dan dua didepan. penghuninya ada pemuda ada juga yang sudah berkeluarga (anak istrinya tinggal disitu).

karena kamar mandinya ada diluar, saya sering berpapasan dengan tetangga-tetangga saya tersebut. dan seringkali saya melemparkan sapa senyum saat bertatap muka.

dalam pandangan saya, semuanya tampak baik-baik saja...

...tapi hati manusia siapa yang tau

sampai suatu pagi dihari sabtu, ada orang yang sedang mengobrol di lorong kosan. bapak-bapak penghuni kosan didepan saya dan seseorang yang tampaknya akan mengekos disini. dia (si bapak penghuni kosan depan saya) menceritakan detil kosan disini, sampai dia bicara

"nah, penghuni kamar yang ini nih, gak tau kenapa, pulang kerja langsung masuk ke kamar. gak ada basa-basinya, gak pernah ngajak ngobrol sama saya. masa yang tua duluan yang ngajak ngobrol?"

entah dia tau kalau saya ada didalam kamar itu mendengarkan, atau mungkin mengira saya tidak ada disana saat itu, yang jelas, suaranya benar-benar jelas terdengar sampai ke dalam kosan saya. masuk ke telinga saya.

ah.. entahlah.. kalau saya lanjutkan tulisan ini dengan argumen atau pendapat saya pribadi, pasti akan berakhir pada kalimat-kalimat pembelaan saja.

sampai saat ini, saya masih diam.. melakukan hal seperti biasanya.. berangkat pagi.. pulang malam.. dan tetap sapa senyum saat berpapasan..

yang saya sadari sejauh ini sih, seperti air.. lebih mudah membuatnya keruh daripada menjernihkannya... :D