sambil terduduk, pasir pantai ini kugenggam erat-erat. mataku menatap lurus kearah senja yang merah seperti buah tomat yang matang. matahari...

Imaji

/
24 Comments
sambil terduduk, pasir pantai ini kugenggam erat-erat. mataku menatap lurus kearah senja yang merah seperti buah tomat yang matang. matahari senja hari ini sama sekali tak menyengat, yang terasa justru suam-suam hangat dan sedikit dengungan untuk merasakan kembali keping kenangan beberapa tahun kebelakang. tidak. tidak ada air mata yang keluar kali ini. tidak juga rona sesal yang kerap kali menguburku dalam isakan tengah malam. hari ini, entah kenapa, ada damai dalam relung yang biasanya kosong. meski dibagian tertentu ada rasa kesat dan asam. tapi intinya hari ini aku lebih baik dari hari-hari sebelumnya. hari-hari kosong sesaat setelah kepergianmu.. hari-hari hampa tanpamu..

dengan segenggam pasir yang sudah ada dalam kepalanku, aku beranjak untuk berdiri. sembari mencurahkan semua rasa ke dalam genggaman, aku melempar pasir yang ku genggam lurus kearah senja layaknya pitcher baseball yang melemparkan bolanya sekuat tenaga untuk meraih kemenangan. bedanya, yang kulempar sekarang hanyalah pasir pantai yang tentu saja berpendar dan menghilang sejenak setelah terlepas dari genggamanku. mataku kembali fokus melihat senja yang setengah terbenam. akhirnya air mataku menang. mereka tak tahan lama-lama berkumpul didalam kelopakku. tanpa bisa ku tahan-tahan lagi, mereka berhasil berlari menyusuri pipiku yang sedikit kotor karena pasir pantai yang penuh kenangan ini.

aku terisak, aku kembali jatuh dan menumpahkan semua rasa pada pantai dan kerang-kerang kosong yang terserak. terbaring dan merungkut di pantai sepi ini takkan membuat orang lain heran. karena memang tak ada siapa-siapa disini. yang harusnya, minimal,  ada kamu.





You may also like

24 komentar:

  1. Tulisanmu kian mendalam, kian menyentuh arif ...

    Mba seolah merasakan sesak dan ternayang pasir pantai dgn seorg pria muda yg gundah.
    Tak apa sesekali menepi, suara hati biasanya lebih nyata terdengar.

    Setelah itu jgn lupa untuk bangkit dan tersenyum kembali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak mbak irma... :D

      ini emang kejadian yang hanya terjadi di dalam kepala.. tapi cukup mewakilkan rasa.. :)

      Hapus
  2. Arif.. Ndak usah galau yaaa.. *pukpuk :D

    Ayoo ikutan GA di popcorn ajaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha,, Galaauu?? Hmm, emang begitu, ada masanya. :D

      Hapus
  3. Tulisan fiksi ya? Kelihatan dari pengambilan bahasanya hehe... Salam kenal :D

    BalasHapus
  4. saya harus berulang kali baca tulisannya baru faham hihi...

    BalasHapus
  5. Jadi ini ceritanya sedang berangan angan bahwa semua masalah di hidup ini dapat dengan mudah di lempar bagai pasir pasir di pantai itu kan ? :))

    BalasHapus
  6. sepertinya kisah nyata nih.
    semoga "rasa" itu terlempar jauh bersama butir2 pasir dan hanyut bersama derai air matamu. (haiyahh)

    BalasHapus
  7. Andai dia ada disana, mungkin cerita rasa kan berbeda diawal tulisanmu :) so harusnya...ini hanya kenangan :)

    BalasHapus
  8. apa si aku berharap dengan membuang pasir dalam genggamannya jauh-jauh lantas juga membuangan kenangan tentang si kamu-yang-seharusnya-ada-disana serta?

    ah, andai..

    BalasHapus
  9. melempar pasir menggambarkan seolah ingin melepaskan semua beban masalah yang sedang dihadapi ya mas, tapi apadaya ternyata kembali berpendar kembali, alur dan pilihan katanya memikat ini mas

    BalasHapus
  10. Dari kata2nya aku menangkap kesedihan disana.. bagus penyampaiannya.

    BalasHapus
  11. arif arif arif... :)

    aku kerja di surabaya. kerja di bank. kamu kalau mau nabung di aku yah hahaha

    kamu kenapa nak, kok fiksinya mendayu dayu

    BalasHapus
  12. ongkos untuk malam mingguan buat yang menjomblo.. :D

    BalasHapus
  13. namun, hal itulah yang membuat kita semakin hidup. saya suka imajinasi kata-kata dan kalimat-kalimat yang kau susun pada postingan di atas sob? semoga saya bisa bermain kata-kata. Salam:)

    BalasHapus
  14. saya suka gaya bahasanya:)

    BalasHapus
  15. don't worry we all here for you dear arif :)

    BalasHapus
  16. cleguk, meski ini sebuah fiksi seolah sebuah ungkapan dari lubuk hati terdalam, itulah "aku"
    keren kang

    BalasHapus
  17. hai! masih inget saya dari loveto share ngga? url baaru nih, visit ya!!!!nice post, bahasanya bagus :)

    http://qilart.blogspot.com

    BalasHapus
  18. iya bener kata,mba mae.Lagi gundah gulana bercampur galau ini.
    Hidup bawa asik aja,kagak usah mikirin yang kagak penting karena hidup cuma sekali :)

    BalasHapus
  19. Artikel yang bagus gan, salam kenal.

    BalasHapus
  20. tulisan sedih

    aku lama tak bewe bro
    aku malah pindah blog

    BalasHapus
  21. ikutin aja kata bob marley mas,,, don't worry... be happy *kaburr

    BalasHapus