hidupmu terlalu nyaman dibalik layar 5 inchi umpatmu seolah tak berkonsekuensi cacimu kau bilang kritik makian kau anggap pendapat a...

hidupmu terlalu nyaman dibalik layar 5 inchi

umpatmu seolah tak berkonsekuensi

cacimu kau bilang kritik

makian kau anggap pendapat

apa yang kau tuntut sebenarnya? hak atau justru arogansimu?

kau menganggap dirimu telah melakukan sesuatu. -dengan hinaan yang kau sisipkan pada komentar

sebenarnya maumu itu apa?

dunia ini bukan hanya milikmu -bahkan bukan milik siapa2

lantas teriaklah kamu, yakin bahwa dunia berhutang sangat banyak padamu

menganggap orang lain tuli, meski dirimu tak mau mendengar

menuduh orang lain buta, meski dirimu sendiri menolak untuk melihat



Sebulan lalu modem smartfren saya hilang, dan saya tidak mungkin hidup sebulan tanpa internet. karena aktifitas saya sehari-harinya tak bisa...

Sebulan lalu modem smartfren saya hilang, dan saya tidak mungkin hidup sebulan tanpa internet. karena aktifitas saya sehari-harinya tak bisa lepas dari internet. dari sekedar mengisi waktu sampai bekerja, semuanya saya lakukan lewat internet.

mau beli modem baru, tapi belum memiliki cukup uang, akhirnya saya putuskan untuk berlangganan internet dengan kartu as saya yang sudah saya miliki hampir 7 tahun ini.

agak berat sih awalnya, soalnya paket internet telkomsel ini ada dua tipe. satu berbasis volume, satu lagi kuota. saya pernah pakai kuota, kalau kuotanya habis, memang masih bisa internetan. tapi untuk buka homepage google.com saja bisa saya tinggal mandi dulu, cuci baju, yoga sampai saya merayakan ulang tahun lagi pun proses membuka googlenya masih saja loading.

yang kedua ini berbasis volume. tapi mahalnya minta ampun. untuk volume 9GB saja hargnya 400ribuan. dan yang paling bikin emosi dua belas dari paket ini adalah, kalau volumenya habis, telkomsel GAK NGASIH TAHU APAPUN. ngga ada notif atau apa. jadi kalau volumenya habis, dan kartu telkomsel kamu masih ada pulsa, ucapkan selamat tinggal pada pulsa kamu. dan saya sudah kecolongan ini hampir sejutaan (rupiah).

biasalah, lagi youtube-an, browsing dll.. pulsa saya baru ngisi 100rb. tau-tau volume sama pulsa di angka 0. kamu mau komplen sampai keluar kecoa dari mulutpun, telkomsel gak akan mau tau.dan ini sudah kejadian sama saya sekitar 4 sampai 5 kali.

satu kejadian terakhir baru-baru ini, ceritanya saya masih punya volume 500MB dan pulsa 160rb. ditinggal tidur dan bangun-bangun pulsa 0 dan volume masih 500MB. gila kan?

terus apa telkomsel mau refund? boro-boro, saya komplen dijanjiin maksimal 3x24 jam. di tanya lagi di hari keempat, disuruh nunggu lagi 3x24 jam. mungkin nunggu saya lupa ya?

memang saya cuman satu orang dari 200juta pelanggan telkomsel. pelanggan yang udah hampir 7 tahun pakai telkomsel, dengan penggunaan data hampir sejuta dibulan ini. tapi mohon izinkan saya untuk berkata ini dari dalam lubuk hati saya paling dalam - "dengan ini saya menyatakan benar-benar kecewa dengan pelayanan telkomsel"

jadi saran saya, jangan beli paket volume ultima dari telkomsel... atau jangan pakai telkomsel aja sekalian.

cheers

--edit bukti printscreen--





bisa diliat itu diprinstcreen diwaktu yang sama. biaya gprs 168rb tapi masih ada volume 500MB

printscreen tambahan lagi biar ngga dianggap omong kosong kalau saya emang rugi banyak dari paket ini




saya sangat bersyukur. sungguh-sungguh bersyukur. saya mau cerita sedikit tentang hal-hal yang membuat saya benar-benar bersyukur. saya m...

saya sangat bersyukur. sungguh-sungguh bersyukur.
saya mau cerita sedikit tentang hal-hal yang membuat saya benar-benar bersyukur.

saya mempunyai keluarga yang sangat suportif. kalau melihat kebelakang, waktu umur saya masih dibawah jumlah total jari tangan, saya tidak pernah dimarahi kalau pulang ke rumah dalam keadaan kotor akibat main bola hujan-hujanan. justru saya akan dimarahi besar-besaran kalau berbohong sama orang tua saya. bagi saya yang sekarang, ini benar-benar pelajaran yang sangat berharga.

saya kemudian masuk SD, MTs, dan SMK. semua sekolah yang saya tempati itu semuanya adalah pilihan saya. memang orang tua dan beberapa orang memberikan masukan, tapi keputusan akhirnya tetap ada di tangan saya.

juga ketika akhirnya saya lulus SMK dan memutuskan untuk merantau ke Jakarta, orang tua saya mendukung penuh keputusan saya tersebut.

di Jakarta inilah saya benar-benar belajar tentang hidup dan mengerti bagaimana dunia bekerja. jatuh bangun, susah senang, sakit sehat semuanya saya alami di Jakarta ini. bahkan rasa iri dan syukurpun saya baru benar-benar rasakan ketika hidup di sini.

boleh dibilang, beberapa minggu kebelakang saya baru mulai serius membangun hidup saya. dimulai dengan keputusan mencicil rumah diwilayah cileungsi, bogor. seperti biasa, begitu mendengar keputusan saya, kedua orang tua saya selalu suportif. justru malah ada teman yang "meragukan" keputusan saya dan menjabarkan sederet kerugiannya ketika saya pindah ke rumah cicilan saya sendiri dan setiap harinya harus pulang pergi kantor- rumah. saya senyum saja.

memang rumahnya jauh dari kata mewah dan kekurangannya banyak.. tapi ketika semuanya dari hasil tenaga sendiri dan tidak kekurangan ucapan syukur, semuanya sungguh manis.. betul kok :)

terakhir, kalau kebetulan ada yang lagi disekitaran cileungsi, bogor. monggo hubungi saya, kita ngeteh dan ngopi sambil cerita-cerita diberanda rumah kecil saya..


Sudah tiga jam ia diam tanpa suara di sudut kamar ini. yah, kalau memang tempat ini masih bisa disebut kamar sih. secara statistik, 98% ...



Sudah tiga jam ia diam tanpa suara di sudut kamar ini. yah, kalau memang tempat ini masih bisa disebut kamar sih. secara statistik, 98% bagian isi rumah tak ada yang tak rusak. secara sekilaspun kamu bisa melihat meja terbalik, televisi pecah, patahan kaki kursi yang tersangkut di lampu pijar (entah bagaimana bisa seperti itu), dan pecahan-pecahan kaca juga barang elektronik yang memenuhi lantai. dan jika ingin jeli sedikit saja, ada sedikit darah di beberapa beling yang terserak di lantai.

8 Jam sebelumnya

Sekitar jam satu siang, terlihat Arya sedang duduk di sebuah lobby terminal internasional bandara Soekarno - Hatta. dari raut mukanya, ia terlihat sedikit gelisah. atau mungkin kata yang lebih tepat adalah ia sedang gugup maksimal. tangannya tak henti-hentinya memainkan kotak kecil bermotif polkadot dengan pita ungu menempel tak rapih diatasnya. walaupun ini sudah menjadi kebiasannya semenjak 6 bulan terakhir, dan ia sudah hapal betul suasana lobby yang AC nya masih saja rusak sejak pertama kali ia kesini, ia tetap saja tak bisa menghilangkan perasaan gugupnya. rasa gugup karena ia akan segera bertemu dengannya sebentar lagi.

Sudah sekian kali Arya melihat jam di smartphonenya juga mendongak untuk melihat jam digital besar yang menempel di tembok lobby memastikan tak ada yang salah dengan posisi waktunya sekarang. semakin dipastikan malah semakin membuat Arya gelisah. kali ini benar-benar gelisah. karena seharusnya semua alasan ia untuk kemari itu sudah selesai 47 menit yang lalu.

Arya bangun dari tempat duduknya untuk melihat sekeliling dengan jeli. meskipun ramai, ia seharusnya bisa mengenalinya meskipun dari jauh jika melihatnya. merasa usahanya nihil, ia kembali duduk dan membuka aplikasi messenger di smartphonenya:

Zahra said:
aku baru take off nih, tunggu yah :) - 7 hours ago

You wrote:
okee :) - 7 hours ago

You wrote:
kamu di mana? - a few minutes ago !not sent

Mungkin masih di pesawat dan dia masih mengaktifkan aiplane mode di smartphonenya. sehingga pesannya tidak terkirim. batin Arya optimis. lagipula kalau diingat-ingat, ia belum mendengar pengumuman ada pesawat yang landing dari tadi. jadi mungkin ada delay dan memang ia belum mendarat. deduksi Arya menenangkan diri. diapun memutuskan untuk tenang dan duduk merebah. menunggunya. sedikit lebih lama.

Sebuah mimpi terjatuh membangunkan Arya dan iapun kaget menyadari dirinya tertidur di kursi lobby bandara. melihat jam dinding digital besar, rangkaian kekagetannya berlanjut. ia ternyata sudah ketiduran selama 3 jam lebih. buru-buru ia beranjak dari kursinya dan melihat sekeliling. tak ada tanda-tanda orang yang ditunggunya sudah datang, diapun lantas membuka aplikasi messengernya, tak ada pesan baru. rasa gugupnya kini hilang dan berganti dengan rasa khawatir dan cemas. tanpa menunggu waktu, ia pun segera pergi mengarah ke bagian informasi bandara, menanyakan apakah penerbangan pesawat Garuda 747 yang ditumpangi Zahra, kekasihnya. sudah mendarat.

Saat berjalan, sebuah televisi yang tertempel di salah satu dinding sudut bandara tersebut menarik perhatiannya. bukan apa-apa, ia tak sengaja melihatnya karena televisi tersebut sedang dikerubungi oleh orang-orang. beberapa diantaranya ada yang menonton televisinya sambil menangis. Aryapun mengenyitkan alisnya dan melihat layar televisi tersebut lebih jelas. sebuah berita kecelakaan pesawat sedang tersiar saat itu.

Dengan seluruh tubuh yang bergetar, ia menghampiri layar televisi tersebut. sebuah berita kecelakaan pesawat Garuda 747 sudah menjadi headline utama berita-berita televisi nasional tanah air. pesawat yang sama yang Zahra tumpangi. kesadaran Aryapun menggelap.

Arya masih menatap kosong langit melalui jendela kamarnya yang pecah, ia masih tak sadar kalau kakinya masih meneteskan darah karena menginjak beling yang berserakan dilantai. rasa sakit fisik sepertinya tak berguna jika rasa sakit dihatinya sudah sangat besar. di hari itu, ia merasa, alasannya untuk hidup sudah jatuh bersama pesawat yang membawa kekasihnya dari dunia ini.

Kamis, 14 Agustus 2014

hari ini hari pertama kerja lagi setelah libur panjang lebaran. belum banyak kerjaan yang dikerjakan hari ini, yang ada saya malah jadi inga...

hari ini hari pertama kerja lagi setelah libur panjang lebaran. belum banyak kerjaan yang dikerjakan hari ini, yang ada saya malah jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu yang cukup membuat hati saya hangat.

jadi begini... setiap pagi, saya biasa jalan kaki untuk mencapai tempat kerja. sekitar 20 menitan lah. menyeberang jalan dua kali dan melewati kolong flyover mampang prapatan.

nah, di kolong flyover ini (fyi) banyak kucingnya, mungkin udah lebih dari tujuh turunan kucing dari berbagai klannya masing-masing yang menjadikan flyover ini tempat tinggalnya. pokoknya, setiap lewat sana, saya rasa saya selalu ketemu kucing baru. yang ngajak kenalan sama saya :|

anyway, satu waktu saya pulang dari kantor, dan lewat kolong flyover tentunya, dari jauh saya melihat seorang perempuan paruh baya dengan dandanan pekerja kantor pada umumnya duduk sambil di rubung kucing-kucing penghuni flyover tersebut. semakin saya mendekat, saya jadi tahu kalau si ibu tersebut sedang membagikan whiskas (makanan kucing) ke kucing-kucing yang mengerubunginya.

duh, siapa yang nggak tersentuh coba lihat pemandangan kayak gitu.. ia juga terlihat sangat akrab dengan belasan kucing tersebut, tebakan saya sih, dia sudah rutin melakukan kegiatan tersebut, saya aja yang baru pertama kali melihatnya.

the thing is.. yang membuat saya takjub adalah, dengan melakukan hal-hal kecil seperti itu, ternyata bisa menjadi bahan bakar yang pas ya buat menghangatkan hati...

untuk ibu pembawa whiskas, dimanapun kamu berada, panjang umur dan sehat selalu yaa..


geram deh. satu bulan terakhir saya jadi tahu sifat asli orang-orang (bahkan yang dekat) gara-gara pilpres ini. entah mungkin gimana, kok ...

geram deh. satu bulan terakhir saya jadi tahu sifat asli orang-orang (bahkan yang dekat) gara-gara pilpres ini.

entah mungkin gimana, kok orang-orang jadi gampang banget ya ngomong kasar, menghina dan mencaci. duh ya Allah.. dulu perasaan susah banget deh nyari cacian. kalaupun ada tulisan cacian dan hinaan, itu terkumpulnya di website-website debat kusir yang memang peruntukkannya menghina dan SARA. dan kita gak akan menemukannya kalau ngga mencarinya.

yang bikin lebih sedihnya lagi, semua hinaan dan cacian itu mengakar dan seolah-olah orang yang berseberangan dengannya itu bukan manusia. contohnya:

[tentang gaza]
A: innalillahi, kejam banget israel itu
B: si juki ngapain nih kalo soal beginian?
A: paling bilang ra popo

dear teman-teman yang baik, saya yakin, baik pak prabuwi maupun pak juki, kalau melihat ada manusia lain yang sedang dibantai, berdarah dan keadaannya seperti saudara kita di jalur gaza sana, saya yakin setidaknya mereka pasti berdo'a. meskipun di dalam hati.

menurut saya, menjadi calon presiden sepertinya tidak akan membuat hati seseorang menjadi dingin (dalam artian kejam/tidak punya perasaan). kok justru malah yang menjadi pendukungnya yang hatinya jadi dingin?


"kepala sekolah tampar dia, kubakar sekolah ini!" - Dilan tak biasanya saya mereview sebuah buku (baru pertama kali malah!...



"kepala sekolah tampar dia, kubakar sekolah ini!" - Dilan

tak biasanya saya mereview sebuah buku (baru pertama kali malah!). tapi buku yang saya baca ini bener-bener bikin mood saya naik untuk menulis reviewnya.

buku yang berjudul "Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990" adalah cerita tentang Milea dan Dilan. dengan latar Bandung tahun 90an (saya aja belum lahir) yang diselingi bahasa-bahasa sunda anak sekolah banget (si jurig teh bisaan euy!).

dengan sudut pandang perempuan, Milea atau biasa dipanggil Lia, menceritakan bagaimana seorang Dilan berusaha meluluhkan hatinya. bukan dengan cara gombal yang klise, melainkan dengan membuat Milea merasa sangat spesial sebagai perempuan.

jika kamu perempuan sedang mencari laki-laki sederhana yang siap melindungi kamu apapun resikonya, romantis dan penuh kejutan, adalah Dilan orangnya. sayang dia hanya seorang tokoh fiksi di dalam novel.

selain itu, tata bahasa novel ini ngawur! hahaha -tapi justru itu yang menjadi daya tariknya, mungkin novel-novel remaja sekarang terlalu banyak disuguhi tulisan yang mendayu-dayu dan cengeng; terlalu puitis dan menonjolkan keterangan tempat, waktu, keadaan dll. tapi di novel ini tidak, alurnya asik dan kalimat keterangannya minim. kalau gak salah latarnya cuma di sekolah, rumah, warung bi eem dan warung entah dimana daerah monas jakarta.  cepat sekali membacanya (saya menyelesaikannya dari jam 2 siang sampai jam setengah 5 sore).

kekurangannya mungkin -menurut saya- konfliknya kurang euy.. si Dilan asa gak ada tantangannya banget buat dapetin si Lia. atau mungkin karena emang udah jago banget ya... hehehe

yasudahlah, overall novel setebal 300an halaman ini worth it banget kok!
4/5


Mungkin seorang filmaker atau sutradara atau produser film sekalipun pernah merasakan risih ketika sedang menonton film hasil garapan orang ...

Mungkin seorang filmaker atau sutradara atau produser film sekalipun pernah merasakan risih ketika sedang menonton film hasil garapan orang lain. karena ia mau tidak mau merasakan dan tahu akan kesalahan-kesalahan yg ada dalam film tersebut. baik itu pengambilan gambar, skenario, dialog dll. mungkin beberapa kali terbesit kalimat "harusnya gini.. mestinya gitu" di dalam kepalanya.

Seorang penulis profesional juga sepertinya sama saja, ia bisa merasakan baik secara sadar atau tidak kekurangan dari hasil karya tulisan orang lain. karena ia mengerti dan pernah mengalami proses panjang menulis. ia paham betul semua teorinya.

Arsitek, politikus, pelukis, penyanyi dll. semua yg ada pada tahap professional, saya rasa pasti mengerti akan hal itu.

Yang saya heran adalah, banyak bermunculan orang yang entah ahlinya apa, tapi PD sekali merasa profesional di segala bidang. banyak meneriakkan opininya disana-sini. bahkan merasa ia dan apa yang dibicarakannya adalah yang paling akurat dan paling penting. melupakan, mungkin seorang pro/ahli yang sebenarnya sedang menertawakan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Peter Jackson di set the hobbit



Baru beberapa hari yang lalu saya akhirnya memutuskan bergabung di turuntangan.org . ada yang belum tahu? singkatnya, turuntangan.org adala...

Baru beberapa hari yang lalu saya akhirnya memutuskan bergabung di turuntangan.org. ada yang belum tahu? singkatnya, turuntangan.org adalah wadah untuk para relawan yang mendukung Pak Anies Baswedan untuk menjadi presiden RI. untuk saat ini beliau masih dalam persaingan di konvensi partai demokrat.

Dari pengamatan saya selama beberapa minggu kebelakang. apalagi saat pileg dan konvensi demokrat tentunya, pergerakan relawan-relawannya Pak Anies benar-benar membuat mata saya terbuka. saya terebut simpatinya oleh perjuangan-perjuangan mereka yang terlihat sangat tulus.

Jujur saja, saya orangnya sinis dan bisa dikatakan pesimis. tipe orang yang tidak akan ragu mengatakan "ngapain kamu capek-capek usaha begitu, nanti juga hasilnya sia-sia" tapi setelah membaca tulisan-tulisan tentang Pak Anies, menonton video-videonya, memantau pemberitaannya, saya akhirnya memilih untuk optimis.

Semoga misi kita semua yang bertujuan untuk membuat negeri ini lebih baik lagi di balas dengan senyuman olehNya. setiap langkah dan keringat kita nantinya akan menjadi catatan sejarah yang kelak akan dibaca oleh anak cucu kita dengan bangga.

Tulisan ini sepertinya akan saya tutup dengan ucapan terimakasih kepada beliau karena sudah mengembalikan keoptimisan saya. oh ya, kemarin saya sudah ke pak RT dan saya sudah tercatat sebagai pemilih dari jakarta selatan. satu suara saya untuk anda, Pak.






Jadi ceritanya, dalam beberapa bulan ini saya mendapat amanah untuk mengerjakan sebuah project perbankan. Dalam pengerjaannya, sistem yang...

Jadi ceritanya, dalam beberapa bulan ini saya mendapat amanah untuk mengerjakan sebuah project perbankan.

Dalam pengerjaannya, sistem yang saya dan tim saya buat membutuhkan sebuah stiker yang ditempelkan di mesin ATM. simple. jika stiker itu ada, maka sistem saya akan berjalan dengan normal.

Setelah 2 minggu masa pilot, -pilot itu sejenis percobaan yang dilakukan untuk menguji dan mengevaluasi sistem yang tim saya buat apakah berjalan baik atau tidak-  kita dan pihak client melakukan meeting evaluasi. tebak apa permasalahan paling banyak dari sistem tersebut?

Stikernya yang seharusnya menempel di mesin ATM banyak yang hilang dan rusak! bukan karena bahan stikernya yang jelek atau masalah teknis lainnya, tapi memang karena sengaja di rusak oleh orang. *sigh*

Bahkan seorang kepala cabang yang hadir di meeting tersebut menuturkan kalau memang ada orang-orang yang sengaja bawa cutter, linggis bahkan palu ke mesin atm cuman untuk merusak propertinya. sesuatu yang sangat tidak saya sangka sebelumnya.

Pantas ketika propose bahan stiker, ada yang berpendapat untuk memakai bahan stiker yang  biasa dipakai oleh mobil balap formula 1. awalnya saya tertawa dan berpikir itu benar-benar konyol. tapi setelah melihat tingkah orang-orang bercutter dan berpalu itu, sepertinya tidak ada pilihan lain.

*stiker mobil balap formula 1 itu mahal gila boooo!


Ada alasan kenapa dewasa ini (anjrit, kapan coba terakhir ada yang bilang dewasa ini) smartphone bisa sangat memasyarakat seperti kacang gor...

Ada alasan kenapa dewasa ini (anjrit, kapan coba terakhir ada yang bilang dewasa ini) smartphone bisa sangat memasyarakat seperti kacang goreng di kampung klingkit. mulai dari bussinessmen sampai pemilik toko kelontong. dari siswa SMA elit sampai balita yang masih suka main lari-larian di gang rumah. hampir semuanya memiliki apa yang disebut sebagai smartphone.

Saya mau coba menganalogikan salah satu perasaan manusia (salah satu disini seperti perasaan benci, sayang cinta dll.) dengan sebuah ruang kecil sempit dan selalu kosong.

Semua manusia pasti memiliki perasaan tersebut. dan baik secara sadar atau tidak, ia akan selalu berusaha mengisinya dengan cara apapun. itulah mengapa, ketika smartphone di perkenalkan ke publik, euforianya sangat fantastis. karena mereka berpikir, akhirnya ada alat agar kita tidak lagi "sendiri".

Tidak percaya? coba saja ketika sendirian, duduk di rumah atau kantor atau dimanapun. cukup duduk saja and doing absolutely nothing. can you?

Kebanyakan gak bisa. sejenak sehabis duduk, tangan akan meraba-raba saku dan jika menemukan smartphone, maka kita akan langsung menyalakannya-kadang kita melakukannya tanpa sadar.

Masalahnya adalah kita bisa sendiri kapanpun dan dimanapun. 

Tempat kita paling sering sendirian adalah di dalam mobil. terbayang? singkatnya, kita -secara sadar- sering mempertaruhkan nyawa sendiri dan orang lain di dalam mobil dan tempat-tempat lainnya hanya karena kita tidak mau sendirian barang sedetikpun. 



"bagaimana perasaanmu jika kamu tau kalau kamu berada di pihak yang salah? dan selama jangka waktu yang lama, kamu justru yakin kalau k...

"bagaimana perasaanmu jika kamu tau kalau kamu berada di pihak yang salah? dan selama jangka waktu yang lama, kamu justru yakin kalau kamu berada di jalan yang benar. kamu baru menyadari semuanya di saat yang sangat jauh terlambat. saat semua tak bisa lagi diselesaikan hanya dengan alasan maupun penjelasan."


meskipun di shuffle, playlist di laptop saya sering sekali memutar lagu ini.. dan sampai saat ini saya belum bosan dan sangat suka sekali.. ...

meskipun di shuffle, playlist di laptop saya sering sekali memutar lagu ini.. dan sampai saat ini saya belum bosan dan sangat suka sekali..



Melankolia - Efek Rumah Kaca

Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah

Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi

Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati


Flash Fiksi oleh Arif Chasan “aku sangat jelas melihatnya, nak” katanya sambil mencelupkan kuasnya ke cat lukis warna merah dengan tangan...


Flash Fiksi oleh Arif Chasan

“aku sangat jelas melihatnya, nak” katanya sambil mencelupkan kuasnya ke cat lukis warna merah dengan tangannya yang kurus dan keriput.

“Bisa bapak gambarkan rupanya?” tanyaku.

“sayang sekali, aku takut tak ada kata dan bahasa di dunia ini yang mampu menggambarkannya nak, aku sendiri mungkin tidak mempercayainya jika tidak melihatnya sendiri, dan aku sangat yakin banyak detil yang kulewatkan.” Tangannya kini menari naik turun di bidang kanvas yang tak lagi putih polos.

“lantas, apa yang membuat bapak yakin kalau apa yang bapak lihat adalah Ia yang maha awal dan maha akhir?” microphoneku sedikit lebih aku dekatkan agar rekamanku lebih jelas hasilnya. Naluriku sebagai wartawan, aku tidak ingin melewatkan satupun kata yang diucapkan oleh pelukis tua ini.

“jika kamu sudah benar-benar mengenalnya, bukankah itu adalah hal yang sangat mudah? Sama seperti ketika kamu melihat ibumu, meskipun kamu sudah berpisah selama puluhan tahun, namun ketika akhirnya bisa bertemu kembali, kamu tak mungkin tidak mengenalinya meskipun wajahnya banyak berubah, iya kan?” ia menghentikan tangannya dan menoleh padaku dengan pandangan kosong namun seolah ia bisa melihat jauh kedalam diriku. Aku merasa ditelanjangi oleh pandangannya yang dingin.

“aku meragukannya pak” akhirnya aku membuka mulut setelah hening sekitar 5 detik.

“ah ya, ya.. bisa jadi” pandangannya kembali fokus ke kanvasnya.

Sejenak kuperhatikan, apa yang ia lukis hanyalah karya abstrak dan tak bisa kumengerti. Tapi torehan warna, garis lengkung dan setiap komponen yang ada di kanvasnya, entah bagaimana, membawa kesejukan dan ketentraman.

“kamu masih di sana, nak?” kalimatnya yang ramah membuyarkan lamunanku. “ah iya, maaf, sepertinya saya sudahi dulu untuk hari ini ya pak, terima kasih banyak atas waktunya dan mohon maaf sudah merepotkan” aku mengakhiri sesi wawancara ini dengan membawa perasaan yang masih mengganjal. Di ruang serba putih dan hanya tersedia satu kasur yang juga berwarna putih baik itu sepreinya maupun bantalnya, Aku membereskan peralatanku dan bersiap pulang. Saat hendak beranjak, aku masih tak bisa membuang rasa heranku melihat keadaan bapak tua didepanku, usianya sudah lebih dari setengah abad, wajahnya penuh keriput dan bagian matanya, ia memiliki pupil berwarna putih seputih kapas. Ya, bapak pelukis ini buta. Dan masih melukis.

“jangan heran nak.." tiba-tiba ia bicara. "mata hanya satu dari sekian banyak cara lain untuk melihat” bapak pelukis itu memunggungiku, namun sangat jelas aku rasakan kalau ia sebenarnya sedang “menatapku”.





bagi kita yang bertuhan, do'a adalah sesuatu yang menjadi penyambung diri dengan sang maha. do'a akan kita ucapkan ketika kita sedan...

bagi kita yang bertuhan, do'a adalah sesuatu yang menjadi penyambung diri dengan sang maha. do'a akan kita ucapkan ketika kita sedang menginginkan sesuatu dan memiliki pengharapan tertentu. dan tentu saja, harapan tertinggi kita adalah dengan terkabulnya do'a tersebut.

banyak juga yang meyakini kalau setiap ucapan yang keluar dari mulut kita adalah berupa do'a. keyakinan tersebut membuat kita agar lebih berhati-hati dalam berucap. setidaknya, mungkin itulah tujuannya.

saban hari kemarin, saya sedang menaiki kopaja di tengah-tengah macetnya Jakarta. panasnya, desak-desakkannya yang bukan hanya terjadi di jalanan, juga terjadi di dalam kopajanya itu sendiri sepertinya sudah menjadi alasan naiknya level emosi untuk setiap individu yang berada disitu. termasuk supir kopajanya.

"mati aja lu!" teriak si supir kepada pengendara motor yang sepertinya memiliki SIM hasil nembak.

di dalam kemacetan bagian depan saya juga banyak sekali yang saling melemparkan sumpah serapah dengan keringat yang mengucur dan muka yang merah penuh emosi. saya jadi terbayang, seandainya setiap ucapan adalah do'a, dan setiap do'a di kabulkan, betapa lengangnya jalanan Jakarta ini.




it's been age since the last time i update this bloody blog. it's not like i abandon it or whatsoever. i just enjoy my real life mor...

it's been age since the last time i update this bloody blog. it's not like i abandon it or whatsoever. i just enjoy my real life more. i read books, movie and hang out with my friends. but nothing in particular that worth to write in this blog. or maybe you can just call me lazy.

but now i just realized something (maybe too late). writing. no matter how bad. it is something that worth to do.

now, let me take a deep breath before i write some story to start my daily routine as a blogger (again).

nobody disagree that love is unstoppable force and the strongest feeling. no matter how stuck your idea, you can always write something about love. all you need to do is just thinking about her, and your finger is automatically typing.

now i close my eyes and i can see her face. it's a bit silly i guess. how old the fuck i am. a ten year old boy something who just discover some crush? obviously not. but it's true that maybe i fall again. and i hope this is not just another mistakes.

well, i guess, everybody who fall in love is somehow become a child again. innocent, show off, full of hopes and have a needed for attention. from her the loved one of course.

but a mature relationship somehow is in the whole new different level. it is not marriage of course. i have a friend that as same as my age (20) who has already experienced divorced. and now ready to get married again with new girl. it is shocking for me. how in the world you can do something like that. i still am shocked every time i was thinking about that.

all i wanna say is, it is okay for anybody to become a child again when fall in love. but i just can't imagine somebody who go on a relationship and the purpose is no other than to hurt someone. love is a strong feeling of course, but it is not something that you can freely play with. you are responsible for anybody who involved in your love story. anybody you made them happy, and anybody you hurts.

fuck grammar!  just experimenting a new thing :p
*the title is a quote from Sherlock Holmes series [link].


Doni duduk di pelataran stasiun senen. Rencananya, doni akan naik kereta menuju malang –mendaki semeru- seorang diri. Ketika kereta yang a...

Doni duduk di pelataran stasiun senen. Rencananya, doni akan naik kereta menuju malang –mendaki semeru- seorang diri. Ketika kereta yang akan membawanya ke malang siap berangkat dan doni mau berjalan masuk ke dalam kereta, ada teriakan ‘copet!’ dari seorang wanita tak jauh dari tempatnya berdiri. menoleh ke arah suara, doni mendapati seorang pria berlari ke arahnya dengan tas wanita di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Dengan refleks, ketika pencopet itu sejangkauan tangannya, ia berusaha menghentikan si pencopet. Naas, pisau dari pencopet menebas lengan kanannya tapi doni mengerahkan semua kekuatannya yang tersisa untuk mengayunkan ransel seberat 20kg miliknya ke wajah pencopet tersebut. Akhirnya, doni terluka di bagian tangannya –berdarah-, pencopet terjerembab di lantai stasiun, isi ransel doni berceceran kemana-mana dan tentu saja tas milik seorang wanita korban pencopet itu berhasil terselamatkan.

Di pos keamanan, setelah pencopet tersebut dibawa petugas, Doni mendapat perawatan untuk lengan kanannya yang berdarah. Wanita korban pencopetan itu bernama Nina.  Ia adalah seorang mahasiswi yang setiap harinya menggunakan jasa commuter line. Nina tak henti-hentinya berterima kasih pada doni sekaligus merasa tak enak. Doni ditinggalkan kereta yang akan ditumpanginya dan otomatis semua rencana doni hari itu gagal total. Nina yang tak enak menawarkan apa saja sebagai gantinya juga sebagai balas jasanya sudah menyelamatkan tas nina yang memang isinya sangat berharga. Karena jadwal cuti doni memang masih sekitar 2 bulan. Dan mengetahui nina adalah mahasiswi yang sedang libur Doni bilang “kalau kamu mau, lusa kamu temani saya untuk naik semeru. kamu bawa persiapan untuk kamu sendiri dan selasa jam 13.00 kamu saya tunggu disini dan kita sama-sama berangkat ke semeru.” Nina bingung dan mengatakan akan memikirkannya.

Hari Selasa pun tiba. di stasiun senen jam 12 doni sudah duduk-duduk dengan bawaan setara untuk 2 orang. Meski tak terlalu berharap banyak kalau nina –yang baru ketemu kemarin terus langsung ngajak perjalanan naik gunung- akan muncul, tapi jika memang dia akhirnya datang, doni tak bisa main-main dengan membawa peralatan seadanya. Dia mempersiapkan semuanya. Melihat jam sudah pukul 13.30. 15 menit lagi kereta akan berangkat.nina belum juga datang. Doni menyerah dan berpikir “lumayan lah, persediaannya jadi dobel”. Sesaat akan naik kereta, doni ditepuk pundaknya. “maaf terlambat, tadi kejebak macet” kata nina.

Setelah di dalam kereta. Doni dan nina masih canggung. Doni mendahului percakapan dengan bertanya “kenapa kok akhirnya kamu mau ikut dengan saya?” nina menjawab. “yah, dengan bantuan alat ajaib bernama google. Hehe.. aku searching nama kamu di google, dan voila! Semua profil diri kamu aku bisa tahu. Facebook, twitter dan blog. Terutama blog sih, Aku liat blog kamu dan banyak banget foto-foto keren waktu kamu hiking dan snorkling. Dari situ sepertinya aku bisa tarik kesimpulan kalo kamu bisa dipercaya. Tapi aku masih belum sepenuhnya percaya sama kamu loh.. Hehe.” “privasi itu cuman mitos ternyata” kata doni.

Sesampainya distasiun malang, doni menemui lokalnya di malang. Rahadi namanya. Rahadi kaget ternyata Doni tidak datang seorang diri seperti biasanya.  Sambil jalan menggunakan mobil Rahadi, Doni menceritakan awal mula pertemuannya dengan Nina. Selama perjalanan ini, Doni mulai mengenal sifat asli Nina yang kikuk dan terkesan ‘anak manja’.

Rahadi mengatar Doni dan Nina sampai ranupani. Dari sana, perjalanan panjang dan melelahkan dimulai, dari perjalanan ini, Ninapun mulai melihat sifat doni yang pekerja keras. Terbukti ketika mereka sampai ranu kumbolo, doni yang mendirikan dua tenda, memasak makanan dan menyiapkan api unggun untuk mereka berdua.

Sebagai blogger, Doni mendokumentasikan semuanya melalui kameranya. Ketika perjalanan dilanjutkan dan sampai di kalimati untuk mendirikan tenda lagi. Doni dan nina merumpi dengan para pendaki lain. Saling bercerita pengalaman dan saling menguatkan. Kalau malam ini, tepat pukul 12 malam.  Mereka akan melakukan perjalanan sesungguhnya mendaki mahameru.

Tepat pukul 12 malam. Doni membangunkan nina di tendanya. Nina pesimis untuk melanjutkan perjalanan. Mengingat dingin yang menusuk tulang, dan mahameru yang tepat didepannya menjulang sangat tinggi dan angkuh. dan akhirnya doni bisa meyakinkan nina untuk melanjutkan perjalanannya untuk menaklukkan mahameru.


Perjalanan berat berhasil mereka lalui. Mendaki pasir dengan kemiringan 45 derajat, Dingin yang menusuk tulang, lelah yang menindih tubuh berhasil mereka taklukan. Diatas mahameru, nina berterimakasih pada doni. Ia percaya, kalau pertemuannya dengan doni bukanlah kebetulan. Ia menemukan dirinya yang sesungguhnya di atas mahameru ini, bersama doni. Ia bersyukur pada tuhan atas pertemuannya dengan doni.

--------------------------------------------------------------------

*ini adalah pe-er draft fiksi yang di tugaskan oleh pak Benny Rhamdani