Suasana malam ini begitu bagus. di suatu tempat makan dengan tema saung sunda. disajikan makanan nikmat di atas meja. dan ada kamu duduk di...

Momen terakhir...

/
3 Comments
Suasana malam ini begitu bagus. di suatu tempat makan dengan tema saung sunda. disajikan makanan nikmat di atas meja. dan ada kamu duduk di hadapanku. setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kamu yang bisa kubilang sebagai cinta monyet. juga bisa diartikan sebagai cinta pertama. entah bagaimana, kita bisa mendapatkan momen ini. yang dalam 10 menit pertama pertemuan kita setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kita sama-sama menyimpulkan kalau kita belum banyak berubah. yang jelas senyummu masih sama

Sama seperti dulu, saat bersama seperti ini, kita tidak pernah bercerita banyak. saling diam sesekali tersenyum. bercerita tentang satu tema, dan berakhir kurang dari 10 menit. saling diam lagi. cerita tentang tema lain.. begitu seterusnya.

Tapi malam ini agak berbeda. kamu membawa cerita bahagia dalam pertemuan ini. yaitu dalam waktu dekat, kamu akan melangsungkan pernikahan.

Beberapa kali aku ke belakang hanya untuk menghembuskan nafas berat. ngga enak kalau melakukannya di hadapanmu yang sedang berbahagia. entahlah, dari lubuk hati yang paling dalam, aku benar-benar ikut bahagia mendengar kabar itu. tapi justru entah itu kenangan atau perasaan yang memenuhi rongga dada sampai-sampai terasa sesak. aku tak ingin terlalu memikirkannya.

Menit-menit berikutnya kita bercerita tentang masa lalu. tidak ada yang tidak bisa dibicarakan kalau menyangkut dengan masa lalu dan kenangan. ada beberapa cerita yang aku sendiri baru tahu, selebihnya adalah kenangan tentang seorang anak kecil yang sedang jatuh cinta. saat ini, di momen ini. kita sudah sama-sama dewasa dan sama-sama menertawakan anak kecil itu.

Mungkin malam ini adalah momen terakhir kita bisa duduk berdua bersama lagi. tapi untuk selanjutnya, izinkan aku ikut mengiringi hidup bahagiamu dengan do'a-do'aku yang kusampaikan pada langit. mungkin di suatu waktu di masa depan, kita akan bertemu lagi dan sama-sama menertawakan momen ini. entahlah...




You may also like

3 komentar: