galau. orang-orang kini menyebutnya. sedikit menyinggung arti dan maknanya. seolah, perasaan kehilangan bukanlah suatu hal yang serius. seol...

galau. orang-orang kini menyebutnya. sedikit menyinggung arti dan maknanya. seolah, perasaan kehilangan bukanlah suatu hal yang serius. seolah, perasaan yang terluka hanyalah permainan. menjadi bahan ledekan.

jika berani. di alam seberang nanti, katakan itu semua pada penyair yang pernah merasa kehilangan. katakan pada orang-orang yang hatinya sudah tak terbentuk lagi bahwa perasaan kesakitan mereka hanyalah kegalauan. hilangnya setengah jiwanya adalah kegalauan. dan setumpuk kesedihan itu cuma kegalauan.

karena sejatinya. hati tak perlu seperti karang. yang bergeming ditampar ombak siang dan malam sepanjang hari sepanjang tahun. hati boleh melembut dan rusak. tapi tidak berarti lembek.

kita tidak pernah tahu, mungkin suatu saat jiwa kita yang runtuh. dan betapa menyakitkannya jika hal itu hanya dianggap "galau".


Halo. Nama saya Arif Chasan. Coba bilang sekali lagi, A-rif, Cha-san. Yang baca nama saya, pasti banyak yang melafalkan nama belakangnya...

Halo. Nama saya Arif Chasan.

Coba bilang sekali lagi, A-rif, Cha-san.

Yang baca nama saya, pasti banyak yang melafalkan nama belakangnya dengan Casan. seperti mengucapkan charger dalam bahasa Indonesia.

Nama belakang saya ini, sampai sekarang menjadi bahan panggilan nickname oleh teman-teman saya. bahkan ada juga yang memanggil saya dengan variasi lainnya seperti carger dan batre.


Saya sih ngga masalah,  tapi kan sesuatu yang biasa itu belum tentu benar. contoh simpelnya sih, makan atau minum sambil berdiri. biasa banget dilakuin, abis jajan es langsung serut dari plastik, makan di kondangan yang temanya standing party, dll.

Terserah aja saya mau dipanggil apa, tapi yang jelas, ejaan benar dari Chasan itu sama aja dengan Hasan.

ngga percaya? tanya aja google