Garis Horizon

  • Home
  • About
  • Penasaran?!
  • Beli Pulsa
  • Mutasee

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Biznet customer service harusnya bisa lebih baik lagi. Setiap keluhan di medsos jawabannya selalu berjam-jam kemudian.

@ArifChasan Hai selamat siang, mohon maaf atas keterlambatan respon kami. bisa dibantu infokan untuk ID pelanggan kamu guna kami bantu pegecekannya lebih lanjut? Thanks

— Biznet Home (@BiznetHome) September 18, 2020 

Mohon maaf atas keterlambatan responnya, apakah saat ini kendala koneksi internet masih dirasakan ? Bisa diinformasikan detail kendala koneksi internet saat ini di lokasi saat ini ? Trims^afn

— Biznet Home (@BiznetHome) September 13, 2020

Hi, selamat sore. Kami konfirmasi akun a.n A*** SE*** S***. Mohon diinformasikan keadaan lampu indikator modemnya ya, bila berkenan bisa disampaikan melalui DM. Trims^afn

— Biznet Home (@BiznetHome) September 13, 2020


Dibalas sih. tapi setelah 4 - 18 jam kemudian. kalau Biznet itu tenaga medis dan mendapatkan telepon darurat ada yang sakit jantung, Biznet datang setelah pasiennya dikubur. 

Share on:
Hari ini saya resah sekali. Semua orang punya junjunannya sendiri. Mencoba memperlihatkan kesalahannya, digeruduklah. Apalagi mencoba memakinya, tamatlah riwayatmu nak.

Hari ini saya resah sekali. Semua orang punya kalkulasinya sendiri. Caci jika kamu merasa lawanmu yang berdosa, bergeming jika kawanmu melakukan hal yang sama. Resah sekali rasanya.

Menjadi adil pada hari ini seperti mendaki bukit tanpa kaki. Sulit sekali - jika memang tak ingin dikatakan mustahil. Orang - orang berlomba menyanjung junjunannya, orang yang sama mencaci junjunan gerombongan seberangnya.

Hari ini, Semua orang merasa berjuang. Semua orang merasa dijalan yang benar. coba mundur sejengkal kebelakang, berapa umpatan yang kau tulis demi kesenanganmu sendiri, berapa hati yang terluka akibat teriakan kebenaranmu sendiri.

Hari ini saya resah, mau sampai kapan?

- Arif

Share on:


Secara definisi, Spoiler itu maksudnya tulisan atau keterangan yang membeberkan cerita sebuah buku, film, atau media lain (wiki).  Dan bagi kebanyakan orang, tukang spoiler adalah jenis manusia yang pantas menerima hukuman cambuk seratus kali. di wajah. dengan kabel besi panas.

Tapi bagi kebanyakan orang lainnya, mengungkapkan spoiler suatu cerita, contohnya film rating tinggi yang baru tayang adalah hal mengasyikkan. Bisa disebut prank yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan kesempatan menonton lebih awal. Merasa superior dan tertawa lebar setelah bilang "tau ngga ending film Seribu Tahun Menjomblo? si Arif mati" misalnya.

Saya contohin di film aja ya. 

Gini loh, bikin film itu effortnya sangat tinggi. Sebuah cerita akan jauuuh lebih menarik jika disajikan sesuai arahan direktornya. Dalam satu adegan di mana si Arif menggantung di tepi jurang, akting dengan ekspresi maksimal yang dibayar mahal, set lokasi yang sangat dramatis, dan eksekusi adegan yang akhirnya Arif jatuh ke jurang dengan imposibble shot kamera yang digantung ditengah-tengah tepi jurang. Ngga lupa bahwa adegan tersebut di shot berminggu-minggu untuk mendapat 10 menit screentime. PASTI. Kita semua yang membayar karcis bioskop merasa terpuaskan.

Tapi apa jadinya kalau sehari sebelumnya ada putu kupret yang nyeritain hal tersebut tanpa effort sama sekali. Dramatisir dan penggambaran yang ala kadarnya cerita langsung. terus akhirnya kita dapat kesempatan nonton sendiri, kepuasan menonton sangat jauh berkurang. 

Film dan buku adalah media cerita. Kita penikmatnya ingin dibawa seperti roller coaster sesuai arahan pengarangnya. Bukannya malah diceritain putu kupret ngga nyeni.
Share on:
hidupmu terlalu nyaman dibalik layar 5 inchi

umpatmu seolah tak berkonsekuensi

cacimu kau bilang kritik

makian kau anggap pendapat

apa yang kau tuntut sebenarnya? hak atau justru arogansimu?

kau menganggap dirimu telah melakukan sesuatu. -dengan hinaan yang kau sisipkan pada komentar

sebenarnya maumu itu apa?

dunia ini bukan hanya milikmu -bahkan bukan milik siapa2

lantas teriaklah kamu, yakin bahwa dunia berhutang sangat banyak padamu

menganggap orang lain tuli, meski dirimu tak mau mendengar

menuduh orang lain buta, meski dirimu sendiri menolak untuk melihat



Share on:
Sebulan lalu modem smartfren saya hilang, dan saya tidak mungkin hidup sebulan tanpa internet. karena aktifitas saya sehari-harinya tak bisa lepas dari internet. dari sekedar mengisi waktu sampai bekerja, semuanya saya lakukan lewat internet.

mau beli modem baru, tapi belum memiliki cukup uang, akhirnya saya putuskan untuk berlangganan internet dengan kartu as saya yang sudah saya miliki hampir 7 tahun ini.

agak berat sih awalnya, soalnya paket internet telkomsel ini ada dua tipe. satu berbasis volume, satu lagi kuota. saya pernah pakai kuota, kalau kuotanya habis, memang masih bisa internetan. tapi untuk buka homepage google.com saja bisa saya tinggal mandi dulu, cuci baju, yoga sampai saya merayakan ulang tahun lagi pun proses membuka googlenya masih saja loading.

yang kedua ini berbasis volume. tapi mahalnya minta ampun. untuk volume 9GB saja hargnya 400ribuan. dan yang paling bikin emosi dua belas dari paket ini adalah, kalau volumenya habis, telkomsel GAK NGASIH TAHU APAPUN. ngga ada notif atau apa. jadi kalau volumenya habis, dan kartu telkomsel kamu masih ada pulsa, ucapkan selamat tinggal pada pulsa kamu. dan saya sudah kecolongan ini hampir sejutaan (rupiah).

biasalah, lagi youtube-an, browsing dll.. pulsa saya baru ngisi 100rb. tau-tau volume sama pulsa di angka 0. kamu mau komplen sampai keluar kecoa dari mulutpun, telkomsel gak akan mau tau.dan ini sudah kejadian sama saya sekitar 4 sampai 5 kali.

satu kejadian terakhir baru-baru ini, ceritanya saya masih punya volume 500MB dan pulsa 160rb. ditinggal tidur dan bangun-bangun pulsa 0 dan volume masih 500MB. gila kan?

terus apa telkomsel mau refund? boro-boro, saya komplen dijanjiin maksimal 3x24 jam. di tanya lagi di hari keempat, disuruh nunggu lagi 3x24 jam. mungkin nunggu saya lupa ya?

memang saya cuman satu orang dari 200juta pelanggan telkomsel. pelanggan yang udah hampir 7 tahun pakai telkomsel, dengan penggunaan data hampir sejuta dibulan ini. tapi mohon izinkan saya untuk berkata ini dari dalam lubuk hati saya paling dalam - "dengan ini saya menyatakan benar-benar kecewa dengan pelayanan telkomsel"

jadi saran saya, jangan beli paket volume ultima dari telkomsel... atau jangan pakai telkomsel aja sekalian.

cheers

--edit bukti printscreen--





bisa diliat itu diprinstcreen diwaktu yang sama. biaya gprs 168rb tapi masih ada volume 500MB

printscreen tambahan lagi biar ngga dianggap omong kosong kalau saya emang rugi banyak dari paket ini




Share on:
geram deh. satu bulan terakhir saya jadi tahu sifat asli orang-orang (bahkan yang dekat) gara-gara pilpres ini.

entah mungkin gimana, kok orang-orang jadi gampang banget ya ngomong kasar, menghina dan mencaci. duh ya Allah.. dulu perasaan susah banget deh nyari cacian. kalaupun ada tulisan cacian dan hinaan, itu terkumpulnya di website-website debat kusir yang memang peruntukkannya menghina dan SARA. dan kita gak akan menemukannya kalau ngga mencarinya.

yang bikin lebih sedihnya lagi, semua hinaan dan cacian itu mengakar dan seolah-olah orang yang berseberangan dengannya itu bukan manusia. contohnya:

[tentang gaza]
A: innalillahi, kejam banget israel itu
B: si juki ngapain nih kalo soal beginian?
A: paling bilang ra popo

dear teman-teman yang baik, saya yakin, baik pak prabuwi maupun pak juki, kalau melihat ada manusia lain yang sedang dibantai, berdarah dan keadaannya seperti saudara kita di jalur gaza sana, saya yakin setidaknya mereka pasti berdo'a. meskipun di dalam hati.

menurut saya, menjadi calon presiden sepertinya tidak akan membuat hati seseorang menjadi dingin (dalam artian kejam/tidak punya perasaan). kok justru malah yang menjadi pendukungnya yang hatinya jadi dingin?


Share on:
Mungkin seorang filmaker atau sutradara atau produser film sekalipun pernah merasakan risih ketika sedang menonton film hasil garapan orang lain. karena ia mau tidak mau merasakan dan tahu akan kesalahan-kesalahan yg ada dalam film tersebut. baik itu pengambilan gambar, skenario, dialog dll. mungkin beberapa kali terbesit kalimat "harusnya gini.. mestinya gitu" di dalam kepalanya.

Seorang penulis profesional juga sepertinya sama saja, ia bisa merasakan baik secara sadar atau tidak kekurangan dari hasil karya tulisan orang lain. karena ia mengerti dan pernah mengalami proses panjang menulis. ia paham betul semua teorinya.

Arsitek, politikus, pelukis, penyanyi dll. semua yg ada pada tahap professional, saya rasa pasti mengerti akan hal itu.

Yang saya heran adalah, banyak bermunculan orang yang entah ahlinya apa, tapi PD sekali merasa profesional di segala bidang. banyak meneriakkan opininya disana-sini. bahkan merasa ia dan apa yang dibicarakannya adalah yang paling akurat dan paling penting. melupakan, mungkin seorang pro/ahli yang sebenarnya sedang menertawakan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Peter Jackson di set the hobbit



Share on:
Jadi ceritanya, dalam beberapa bulan ini saya mendapat amanah untuk mengerjakan sebuah project perbankan.

Dalam pengerjaannya, sistem yang saya dan tim saya buat membutuhkan sebuah stiker yang ditempelkan di mesin ATM. simple. jika stiker itu ada, maka sistem saya akan berjalan dengan normal.

Setelah 2 minggu masa pilot, -pilot itu sejenis percobaan yang dilakukan untuk menguji dan mengevaluasi sistem yang tim saya buat apakah berjalan baik atau tidak-  kita dan pihak client melakukan meeting evaluasi. tebak apa permasalahan paling banyak dari sistem tersebut?

Stikernya yang seharusnya menempel di mesin ATM banyak yang hilang dan rusak! bukan karena bahan stikernya yang jelek atau masalah teknis lainnya, tapi memang karena sengaja di rusak oleh orang. *sigh*

Bahkan seorang kepala cabang yang hadir di meeting tersebut menuturkan kalau memang ada orang-orang yang sengaja bawa cutter, linggis bahkan palu ke mesin atm cuman untuk merusak propertinya. sesuatu yang sangat tidak saya sangka sebelumnya.

Pantas ketika propose bahan stiker, ada yang berpendapat untuk memakai bahan stiker yang  biasa dipakai oleh mobil balap formula 1. awalnya saya tertawa dan berpikir itu benar-benar konyol. tapi setelah melihat tingkah orang-orang bercutter dan berpalu itu, sepertinya tidak ada pilihan lain.

*stiker mobil balap formula 1 itu mahal gila boooo!


Share on:
Ada alasan kenapa dewasa ini (anjrit, kapan coba terakhir ada yang bilang dewasa ini) smartphone bisa sangat memasyarakat seperti kacang goreng di kampung klingkit. mulai dari bussinessmen sampai pemilik toko kelontong. dari siswa SMA elit sampai balita yang masih suka main lari-larian di gang rumah. hampir semuanya memiliki apa yang disebut sebagai smartphone.

Saya mau coba menganalogikan salah satu perasaan manusia (salah satu disini seperti perasaan benci, sayang cinta dll.) dengan sebuah ruang kecil sempit dan selalu kosong.

Semua manusia pasti memiliki perasaan tersebut. dan baik secara sadar atau tidak, ia akan selalu berusaha mengisinya dengan cara apapun. itulah mengapa, ketika smartphone di perkenalkan ke publik, euforianya sangat fantastis. karena mereka berpikir, akhirnya ada alat agar kita tidak lagi "sendiri".

Tidak percaya? coba saja ketika sendirian, duduk di rumah atau kantor atau dimanapun. cukup duduk saja and doing absolutely nothing. can you?

Kebanyakan gak bisa. sejenak sehabis duduk, tangan akan meraba-raba saku dan jika menemukan smartphone, maka kita akan langsung menyalakannya-kadang kita melakukannya tanpa sadar.

Masalahnya adalah kita bisa sendiri kapanpun dan dimanapun. 

Tempat kita paling sering sendirian adalah di dalam mobil. terbayang? singkatnya, kita -secara sadar- sering mempertaruhkan nyawa sendiri dan orang lain di dalam mobil dan tempat-tempat lainnya hanya karena kita tidak mau sendirian barang sedetikpun. 



Share on:
bagi kita yang bertuhan, do'a adalah sesuatu yang menjadi penyambung diri dengan sang maha. do'a akan kita ucapkan ketika kita sedang menginginkan sesuatu dan memiliki pengharapan tertentu. dan tentu saja, harapan tertinggi kita adalah dengan terkabulnya do'a tersebut.

banyak juga yang meyakini kalau setiap ucapan yang keluar dari mulut kita adalah berupa do'a. keyakinan tersebut membuat kita agar lebih berhati-hati dalam berucap. setidaknya, mungkin itulah tujuannya.

saban hari kemarin, saya sedang menaiki kopaja di tengah-tengah macetnya Jakarta. panasnya, desak-desakkannya yang bukan hanya terjadi di jalanan, juga terjadi di dalam kopajanya itu sendiri sepertinya sudah menjadi alasan naiknya level emosi untuk setiap individu yang berada disitu. termasuk supir kopajanya.

"mati aja lu!" teriak si supir kepada pengendara motor yang sepertinya memiliki SIM hasil nembak.

di dalam kemacetan bagian depan saya juga banyak sekali yang saling melemparkan sumpah serapah dengan keringat yang mengucur dan muka yang merah penuh emosi. saya jadi terbayang, seandainya setiap ucapan adalah do'a, dan setiap do'a di kabulkan, betapa lengangnya jalanan Jakarta ini.




Share on:
Kita seringkali memimpikan apa yang tak terjangkau. karena memang itulah kemampuan dasar dari otak. dalam kepala kita, dunia terlihat lebih berwarna dan mengasikkan. penuh pencapaian dan kebahagiaan dalam definisi kita sendiri. jauh berbeda dengan apa yang kita lihat dan rasakan sehari-hari. atau dengan kata lain realitas.

Seandainya bisa, bukankah menyenangkan kalau dunia kita adalah puisi yang kita buat sendiri. begitu bebas dan tak ada batasan kata. tak ada tabu dan tak ada haram. sebuah imaji liar tanpa pagar pembatas. bukankah tak mungkin kita terkucilkan dari puisi kita sendiri.

Suka atau tidak, di dalam kepala sendiripun seringkali kita membangun pagar-pagar pembatas. mempersempit dan mengungkung diri. jauh dari kata bebas. dimana (seharusnya) justru itulah satu-satunya tempat dimana kita bisa membentuk dunia kita sendiri. tanpa ada yang mampu menginterupsinya.

paragraf-paragraf racauan ini sepertinya tidak berarti apa-apa. hanya gumaman spontan dari seorang yang sedang tiduran mengistirahatkan diri karena merasa lelah menjalani realitas. betapa hidup begitu melelahkan. bahkan ketika kita sedang berimajinasi.



Share on:
Bukan mustahil

seseorang yang kita temui sepanjang hari ini adalah seorang psycho, relawan kemanusiaan, atau mungkin seorang pahlawan perang.

ya, bisa jadi yang tadi menepuk pundak kita adalah seorang mata-mata internasional dan tetangga kita yang tersenyum pada kita setiap pagi tidak lain tidak bukan adalah seorang buronan polisi yang masih berkeliaran bebas. mungkin.

***

oke, sepertinya saya terlalu banyak nonton film barat. tapi bagaimana kalau saya mengulang lagi kalimat tadi dengan sedikit perubahan

"seseorang yang kita temui sepanjang hari ini adalah seorang yatim piatu. bisa jadi yang tadi menepuk pundak kita adalah seorang korban pemerkosaan di masa lalu dan tetangga kita yang tersenyum pada kita setiap pagi tidak lain tidak bukan adalah seorang peraih medali emas level dunia yang tak pernah diblow up media lokal"

Karena pada dasarnya

kita tak pernah tau apa-apa tentang masa lalu, sifat atau diri orang lain. bayangkan saja, untuk mengetahui atau memahami diri sendiri saja membutuhkan kedewasaan dan (tentu) sangat sulit. bagaimana mungkin kita bisa dengan pede-nya dan lantang mengatakan kalau kita tau dan paham sifat orang lain. 

Oke, kita bisa melihatnya dengan kasat mata

kalau si Jupri itu arogan, atau si Badrul sombong, dan kita juga bisa tahu kalau si Juminten taat beragama.
tapi ya hanya itu, indra kita sampai kapanpun tak akan pernah bisa menembus atau melihat isi hati seseorang.

karena dalam setiap diri manusia ada banyak dimensi dimana tak mungkin orang lain bisa melihat atau memahaminya. hati, masa lalu, dan kenangan adalah contoh kecilnya.

dan saya meyakini, hanya Pemilik hati-lah yang paling mengerti isi hati seseorang dan Dia pula-lah yang maha membolak-balikkan hati. :)

maka dari itu, mengklaim kalau kita mengerti atau paham atau tahu apapun tentang seseorang hanya karena beberapa kali bertemu, sepertinya bisa dikategorikan sebagai kejahatan. :p

Doodlingan hari ini :


Model : Mbak Ninda

Share on:
Truk besar di jalan tol

saat sedang melakukan perjalanan keluar kota dan melalui jalan bebas hambatan alias tol. saya akan sangat bersyukur jika melihat ada truk besar di samping kiri jalan. apalagi jika jalannya beriringan. saya mungkin akan sedikit tersenyum bahagia. kenapa? karena itu artinya roda perekonomian Indonesia sedang bergerak. ada proses pendistribusian produk yang sedang berlangsung. singkatnya, masih ada harapan untuk perekonomian Indonesia. harapan yang besar. :)

Jika ingin dibandingkan

Banyak negara-negara di eropa, bahkan Jepang yang diprediksikan akan segera bangkrut [link]. bahkan disebutkan rasio hutangnya terhadap gross domestic product (GDP) bisa mencapai 250 persen di tahun 2015. bukan berita baik tentunya untuk negara semaju itu. sedangkan Indonesia? Alhamdulillah, masih bisa menggelontorkan miliaran hingga triliunan rupiah hanya untuk simulator pembuatan SIM. :p

Terus? emangnya kenapa?

ah entahlah... saya yang tingkat nasionalisme-nya tergantung musim. mungkin nggak ngerti perasaan para atlit yang dipuja ketika berprestasi atau yang dihujat ketika melakukan hal bodoh. saya cuman merasa, masih banyak kok yang bisa dibanggakan dari negara yang pembangunan dan transportasinya amburadul ini. :D

karena yang saya yakini... selama masih ada senyum melintang diwajah orang-orang dekat saya... saya masih punya (setidaknya) sedikit kebahagiaan.

dan kamu! iya kamuuu... jangan lupa senyum ya! :D

karena terkadang, butuh sedikit paksaan untuk bisa tersenyum setiap hari... di negeri ini.

ceritanya ini senyum mbak Chikarei :D

Catatan : 
* yang pengen digambarin, sok atuh jangan komennya aja.. coba kirim aja fotonya ke arif[at]chasan[dot]web[dot]id atau garishorizon[at]gmail[dot]com.
** berhubung intensitas ngedoodling saya tergantung mood, jadi mungkin bakalan lama pengerjaannya :D
*** sekian dan jangan sungkan yaaa :)
Share on:

Saya gak pernah setuju

dengan aksi-aksi sweeping pemerintah atau ormas yang dilakukan menjelang atau pada saat bulan ramadhan. apalagi (entah kapan) saya pernah mendengar sampai melakukan perusakan dan pengusiran paksa warung-warung makan pinggir jalan. 

Tujuannya kan baik

tujuannya emang apa? untuk menghormati yang sedang beribadah puasa? 
kok jadi kayak yang munafik gini ya. ibadah minta penghormatan. bukankah esensi dari puasa di bulan ramadhan itu untuk menahan hawa nafsu. bukannya menolak apalagi merusak hawa nafsu?.

Vertikal

ibadah adalah sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh si pelaku ibadah dan tuhannya. 
menyeru boleh. bagus-bagus kalau orang yang diseru mengerti dan menjalankan ibadah juga. tapi, satu hal yang kita lupa bahwa menyeru jauh berbeda dengan memaksa. otoriter. sifat yang biasa dimiliki oleh diktator-diktator masa lalu. Hitler contohnya. :p

Pada akhirnya

pengrusakan hanya akan melahirkan kebencian. kehilangan sesuatu (apalagi hal yang menjadi sumber rejekinya) sangat bikin nyesek. ini saya rasakan ketika saya kehilangan handphone yang seharga satu bulan gaji saya. entah, semarah apa saya jika handphone itu ternyata tidak hanya hilang, melainkan dirusak/diambil paksa tepat didepan saya. 

lagipula penghormatan bukanlah suatu hal yang hadir karena dipinta. penghormatan akan hadir dengan sendirinya jika memang kita layak dihormati. angkuh sekali rasanya jika kita meminta apalagi memaksa orang lain untuk menghormati kita. terlebih dalam hal ibadah. siapa kita?

yang perlu diingat, bukankah islam adalah agama yang "rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam/dunia)"  bukan "rahmatan lil muslimin (rahmat bagi manusia muslim saja)". 

yak! saya bukanlah seseorang yang pemahaman islamnya jauh dan mendalam. saya cuman menelurkan uneg-uneg yang tertahan di hati saya. jika memang pendapat saya ini melenceng dan salah. tolong ingatkan saya ya.

dan terakhir, selamat berpuasa dibulan yang suci ini. jika saya ada salah, mohon maaf lahir batin ya.. :)

"Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya... "

Share on:
[Garis Horizon] udah sekitaran delapan bulan saya menggeluti dunia programming secara professional. professional disini maksudnya saya punya target penyelesaian suatu aplikasi-kontrak-UAT (User Acceptable Test) dan tetek bengek lainnya. jadi saya gak ngasal bikin aplikasi yang biasanya gak tau darimana mulainya dan bakal jadi apa nantinya (seperti yang sering saya lakukan dulu waktu kelas dua atau tiga SMK).

proses pembuatannya aplikasinya, saya diibaratkan sebagai seorang koki alias juru masak.

user (seseorang yang nantinya akan memakan makanan kita sehari-harinya) tentu memiliki keinginan dan seleranya sendiri untuk bisa memuaskan lidah serta perutnya.

seorang user bebas-bebas aja meminta makanan(request) yang menurutnya enak.

dia tinggal bilang "tolong rasanya agak manis-manis tapi asin".

menerima permintaannya, tentu saya akan sangat berhati-hati memasukkan gula dan garam kedalam masakan. dan menjadi sulit karena saya tidak memiliki selera yang sama dengan si user. dan seringnya untuk mengerti kata "agak manis" pun menjadi tugas yang merepotkan. bolak balik dengan takaran gula dan garam yang berbeda-beda tapi tetap saja ditolak.

"masih kurang pas" katanya.

dan setelah mengalami perjuangan yang berat dan dirasa cukup bisa "memuaskan" lidah user tersebut. saya harus dihadapkan pada kenyataan bahwa user itu tidak seorang diri.

singkatnya, saya harus membuat satu jenis makanan yang bisa dikategorikan enak oleh belasan user yang memiliki perbedaan selera makan dan keinginannya terhadap rasa.

dan tentu saja dengan bumbu, bahan baku, dan dipenggorengan yang sama.

hidup ini memang indah!!! :D
Share on:
[Garis Horizon] "lo kok bisa sih mau-maunya kerja gak kenal waktu kayak gitu?!" seorang teman memulai argumennya.

jawaban saya hanya senyum. saya pikir percuma juga ngejawabnya dengan kalimat manusia. karena yang saya tahu, sejenius apapun jawaban saya nanti. hanya akan memperpanjang argumennya saja yang seolah tak ingin berujung.

tapi kalau dipikir-pikir lagi. kayaknya asik juga ya mengartikan jawaban senyum saya tadi dengan menuliskannya menjadi sebuah postingan utuh. disamping rasa lega yang saya dapatkan, ia juga tak mungkin mendebat apalagi menyudutkan saya dengan argumennya yang bertele-tele. :D

here comes...


Programmer itu berpikir eksak. gak mungkin untuk menambahkan opini atau perasaan pribadi dalam development sistem aplikasinya. kita terlihat sebagai kaum yang kaku, gila kerja dan high tech. tapi apa bener kayak gitu?

begini yaa.. coba deh tanya sama kamu, kenapa seseorang mau bekerja sebagai supir ambulans. dia jauh lebih tersiksa loh kerjaannya. bayangin aja, dia harus siap sedia 24 jam menunggu panggilan darurat. seringkali menancap gas pada dini hari untuk menolong pasien gawat darurat. dan bisa dibayangin kan gimana perasaannya kalau misalkan dia terlambat sepersekian detik untuk mencapai rumah sakit sehingga pasiennya tidak tertolong. sedih dan sakit tentunya. tapi entah kenapa mereka masih bisa tersenyum disela-sela kerja, ngopi bareng dokter lembur, dan bercanda dengan sesama supir ambulans. they trully love their life, and their job of course.


jadi maksud saya, anak kecil pun akan menangis ketika mainan kesayangannya dibuang oleh orang lain. kenapa dibuang? karena menurut pendapat "orang lain" tersebut mainannya jelek.

ketika kita sudah mencintai pekerjaan kita..
ketika kita sudah bangga dengan apa yang kita kerjakan..
kenapa kamu harus mempertanyakannya lagi?

mereka mencintai pekerjaannya

Share on:

Klik aja gambarnya biar agak gedean
udah liat komik stripnya? saya coba ketik ulang dialognya ya sekalian saya terjemahin.

teks warna biru adalah balloon milik Calvin. anak kecil yang penuh imajinasi. sedangkan teks merah adalah balloon milik Hobbes. harimau khayalan yang diciptakan Calvin.

i call this "lookout" hill
(gue manggil ini bukit "lookout" (maksudnya "awas!" atau "hati-hati"))


yes, you can certainly see far from up here
(ya, lu emang bisa ngeliat jauh dari sini (hobbes nangkep kata "lookout" sebagai kata "pengintai"))



i call it "lookout" hill because that's what you yell whenever we go down it
(gue manggil ini bukit "lookout" soalnya itu yang kamu teriakin tiap kali nurunin (bukit ini))


you know. sometimes it seems things go by too quickly
(tau gak, terkadang sesuatunya pergi terlalu cepat)


we're so busy watching out for what's just ahead that we don't take the time to enjoy where we are
(kita terlalu sibuk mengawasi apa yang ada didepan dan gak pernah ngambil waktu buat nikmatin dimana kita sekarang)


days go by and we hardly notice them. life becomes a blur
(hari-hari berlalu dan kita susah merhatiinnya. hidup jadi suram)


often it takes some calamity to make us live in the present.
(seringkali harus mengalami beberapa bencana biar kita bisa hidup dihari ini)


then suddenly we wake up and see all the mistakes we've made. but it's too late to change anything. 
(dan tiba-tiba kita terbangun dan melihat semua kesalahan yang pernah kita buat. tapi udah terlambat buat ngerubahnya.)


it's like... it's like..
(ini seperti... seperti...)


it's like what?
(seperti apa?!)


it's like something i just can't think of it.
(ini seperti sesuatu yang gak bisa gue pikir.)


***
saya suka "Calvin And Hobbes". kritik sosialnya gak bikin orang ribut, pesan moralnya gak bikin ngantuk, dan humor in every panel of the strip.


ini salah satu strip lama. "Calvin and Hobbes" gak dibikin lagi ama creatornya Bill Watterson. tapi pesan-pesan moral yang dibuatnya menjadi lucu itu gak terlupakan. unforgetable-lah bahasa kerennya-mah.

saya, cuman berandai-andai...

andai aja kita bisa menyampaikan kebaikan tanpa harus adu nafsu. nafsu kan jauh lebih enak kalau disalurin ke lawan jenis makanan.

lagipula meskipun kita merasa benar. belum tentu orang akan sepaham. karena otak (pemikiran) setiap orang kemungkinan besar berbeda.

saya benar, kamu juga gak salah. yuk lanjut!
Share on:
[Garis Horizon] Madrasah Tsanawiyah (disingkat MTs) adalah jenjang dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah pertama, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan madrasah tsanawiyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. bla.. bla.. bla.. 

kalo mau lanjut baca tentang Madrasah Tsanawiyah, klik aja wikipedianya di sini. saya hanya akan bercerita sedikit tentang sekolah agama sederajat SMP *begitu saya menyebutnya* itu.

saya pernah bersekolah tiga tahun di MTs Negeri Subang. sesaat setelah lulus SD, orang tua langsung mendaftarkan saya ke sekolah itu. "biar paham agama" kata bapak saya waktu itu.

hari pendaftaran dipagi hari sepi. cuman ada saya dan tiga orang lainnya yang duduk menunggu didaftarkan orang tuanya masing-masing. tanpa testing, tanpa wawancara, dan tanpa ada kesulitan sama sekali. saya langsung berstatus siswa MTs Negeri Subang saat itu juga. hmmm

saya masih keliling-keliling sendirian liat-liat bangunan yang nantinya akan saya gunakan sebagai tempat belajar saya selama tiga tahun itu. dan bapak saya sudah pulang duluan. sebagai PNS ia mau melanjutkan kerjanya sepertinya.

tepat sebelum jam dua belas. saat saya duduk di teras mushola. tiba-tiba keadaan jadi riuh. ada ratusan calon siswa baru yang ingin mendaftar. "woah hebat, banyak banget peminatnya". batin saya waktu itu.

***

ironic, mungkin itu kata yang pas setelah mendengar cerita teman-teman sekelas saya setelah beberapa bulan kegiatan belajar mengajar dimulai. mereka bercerita kalau sebenarnya mereka terpaksa masuk MTs. mereka memasukkan MTs kedalam pilihan ketiga mereka saat mendaftar ke sekolah lanjutan tingkat pertama. alias memang tidak ada pilihan lain.

iya, mereka awalnya tidak diterima oleh SMP yang menjadi pilihan pertama mereka. mereka bahkan tidak diterima SMP pilihan keduanya. jadilah MTs sebagai pilihan akhirnya. "daripada gak sekolah" kata teman saya. saya bengong.

dan saya baru ngeh kalau itulah alasan mereka baru mendaftar ke MTs di jam-jam siang mendekati sore.

dan ada satu lagi mindset di kepala orang tua tentang MTs. yaitu sebagai bengkel tempat memperbaiki anaknya yang rusak moral. atau bahasa lembutnya "nakal".

dan asal tau aja wahai orang tua, anggaran daerah yang dialokasiin buat MTs tuh gak sebanyak SMPN populer *setidaknya di tempat saya*. terbukti dengan sedikitnya tenaga guru, bangku reyot, dan atap bocor. HAH!

jadilah MTs itu :

  1. dipenuhi siswa yang bahkan tak ingin belajar di MTs
  2. dipenuhi siswa yang nakal alias rusak moral
  3. keterbatasan sarana yang diikuti oleh membludaknya siswa *dimana MTs tidak pernah menolak siswa - lha wong pilihan terakhir*
  4. banyak siswa yang dikeluarkan ditahun keduanya. *mengacu pada point 1 dan dua*.
well, saya berterima kasih pada orang tua yang memasukkan anaknya ke MTs bukan karena alasan "tidak ada pilihan lain" dan "anaknya rusak moral". 

kasian sama gurunya. 
Share on:
[Garis Horizon] err.. sudah pasti judul postingan saya hari ini menjadi judul standar dari ratusan blogger yang posting dihari ini. bukannya ikut-ikutan. tapi emang lagi pengen ngomongin aja. soalnya banyak banget yang ngomongin. *ini namanya ikut-ikutan Arifffff*

ngomong-ngomong soal ngomongin *nadanya enakeun euy*. sebenernya gak ngomongin secara langsung juga sih. temen kantor diem-dieman. sama temen kosan juga ngobrolnya standar-standar aja.

kayak "mau sarapan apa kita?"
atau "kerjaan lo apa hari ini?"
atauu "rif, kamu gantengan ya hari ini".

iya, obrolan terakhir emang rekayasa. 

tapi ya itu, entah cuman disini atau di yang lain juga sama aja. orang-orangnya gak ada tuh yang ngomongin. yang rame ya cuman disana.. iya disana.. aplikasi web bernama facebook dan twitter. 98 persen penggunanya pada ngomongin. dan terimakasih pada jejaring sosial itu, kalau Mark Zuckerberg sama Jack Dorsey nggak ada, dipastikan seseorang bernama Arif Chasan akan lupa dan tidak tahu kalau 22 Desember adalah hari ibu.

contohnya :
klik biar gambarnya gedean dikit

dan status facebook saya hari ini adalah :

 

mumpung momennya pas, yuk ucapin "Selamat hari ibu" langsung ke ibu kita. makin kerasa kan momen hari ibunya.. X)

selamat hari ibu.. ibuku sayang... x')
Share on:
[Garis Horizon] kalau ada artikel-artikel motivasi yang selalu bilang kalau hidup ini keras. jalanan menuju masa depan itu berliku. dan arus yang deras dimana kita harus memilih antara mengikuti atau melawannya. saya cuman mau bilang kalau itu *sialnya* benar.

tiga bulan lebih di Jakarta saya sudah sedikit merasakan itu. dimulai dari sikap terang-terangan pesaing yang ingin menjatuhkan, user yang terkesan tidak ingin mereleasekan aplikasi yang kita buat, hingga tester yang ngajakin bacok-bacokan. kumplit. dan tentunya hari-hari seperti itu kemungkinan besar akan saya hadapi lagi, atau mungkin malahan lebih complicated.

tapi yah, bagaimanapun juga hujan kan ada reda' nya, malem juga ada siangnya, dan secapek apapun nanti akhirnya digaji juga. :D

hidup emang gitu koq. simple. kalau Han di 2 Fast 2 Furius bilang sih "hidup itu simple. kamu buat keputusan. dan jangan lihat kebelakang".

dan bagi saya sih, jalani aja hidup seperti biasa. kita boleh mengeluh, marah, bahkan putus asa. tapi inget juga, manusia itu dinamis, hari ini boleh putus asa, dan gak dosa atau memalukan kalau besoknya kita semangat lagi.. iya kan?

Share on:
  • ← Previous post
  • Blogging is not only about posting. It is about your heart who took part in every post that you type.
140x140

@arifchasan

Blogger, Programmer and tired all the time
Categories
  • artikel (73)
  • cerita (50)
  • doodling (10)
  • elegi (6)
  • journey (34)
  • ngawur (55)
  • opini (31)
  • puisi (18)
  • sehari-hari (51)

My Families

  

My Friends

  • Home
  • About
  • Beli Pulsa
Copyright © Garis Horizon