Garis Horizon

  • Home
  • About
  • Penasaran?!
  • Beli Pulsa
  • Mutasee

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
mana mau aku kembali, jika tak ditemani olehmu
seberapa rindunya aku akan puncak mahameru, 
tak mungkin aku bisa sepenuhnya menikmati, jika tanpamu kali ini

dinginnya, pasirnya, tanjakannya juga bintang jatuhnya
tak puas aku melukiskan keindahannya hanya lewat mulutku
ingin kugenggam tangan gempalmu saat kita sejajar dengan awan
membuatmu melihat apa yang tak pernah bosan kulihat


Share on:
wanita itu tengah tengadah
mata memejam tangan membentang
membiarkan hujan mengulum wajahnya yang lembut
padang rumput kenangan ini menjadi alas jiwanya yang sedang terbebas
senyum-pun tersimpul dari wajahnya yang lembut

selalu ada rahasia dalam setiap senyum
begitu aku meyakini
dalam keadaan terpejam, wanita itu mulai memutar tubuhnya
mencoba menari dibawah hujan yang semakin lebat
menari dalam hujaman hujan yang deras
dengan tersenyum...
dengan rahasia...

loncatan kecil, putaran tubuh, tangan yang meliuk indah dalam tubuh basah
sesekali tampak cipratan-cipratan air yang berasal dari gaun tipisnya
menari bagai burung pipit riang bertemu air

aku melihatnya bahagia
karena ia akhirnya bertemu hujan, bertemu rindu
ia akhirnya tersenyum, tanpaku, tanpa hadirku
aku mematenkan momen itu dalam sebuah figura di pikiranku
dan harapanku, ia-pun bisa mematenkan kebahagiaannya

seharusnya aku menghampirinya
mengulum rinduku dalam pelukannya
memeluk rasa yang sama-sama tak kita mengerti
dan saling mencumbu kebahagiaan

tapi diakhir
tak ada yang kulakukan
hanya mematung dibalik pohon
menyapa bayangmu yang tengah riang
menikmati tiap liuk tarianmu dibawah hujan



Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi


Share on:
nyaman adalah terbangun saat dunia sedang gerimis
embun dan angin yang menusuk sendu aliran darah
juga dingin yang tak kalah berebutan menyelimuti diri
siapa yang tidak terlena?

sayangnya, semua tampak sia-sia tanpamu... 
disini..
dibilik sederhana tempat menaungi segala resah

aku bukan rindu 
apalagi cinta
aku hanya pecahan sepi yang terbelenggu
yang membiarkan gerimis itu berlalu meninggalkan segala rasa
menyia-nyiakan rindu dan cinta itu sendiri

Jakarta - 25 Juli 2012


kuucapkan rasa ini dengan sebuah sketsa

Share on:

[Garis Horizon] Untuk ia yang diharapkan namun berakhir bias
untuk ia yang berima dalam keheningan
untuk ia yang menjadikan kekaguman sebagai candu
untuk ia yang beralaskan rindu dan beratapkan harap
untuk ia yang bersenandung sepi
untuk ia yang berbicara dengan diam
dan untuk ia yang memastikan kecewanya dalam berangan

jujur saja, hidup itu memang bukan fiksi. dimana good ending adalah kepastian. kecewa, sedih, dan terjatuh adalah nyata. dan pasti berulang-ulang.

dimana harapan terasa begitu jauh. kesuksesan serasa mustahil. dan perihnya hati merupakan nadi yang sangat dekat.

jangankan merasa puas. sedikit saja hati ini merasa tenang. tak lebih dari satu hentakan waktu. semuanya kembali datar. semua kembali kedalam pangkuan penyesalan dan kesakitan.

haha.. manusia emang gak ada yang sempurna.. tapi justru kita akan melihat manusia sempurna ketika kita mencintainya...

just a simply question, sudahkah kita mengucapkan "I Love you" untuk ia yang sempurna itu dihari ini?
Share on:
[GarisHorizon] Saat cakrawala itu menyentuh bumi,
hanya sayatan akan kenangan yang mulai terlihat pudar,
bukan benderang tentang hiruk pikuk dalam sepi,
semua ini kusam, tak berbentuk, dan hanya patuh akan waktu,

cahaya itu tak bisa kulihat,
disaat semua orang memuja akan keindahannya,
aku terheran dengan kebutaanku,
apa yang sebenarnya mereka lihat? aku juga ingin mengaguminya,
dan akhirnya, sampai saat ini aku masih buta,

sebenarnya,,,
aku tak ingin berbeda,
aku juga tak ingin terasing,
namun semuanya tampak berbeda,
akupun dengan sendirinya terasing,

semoga saja yang kuyakini ini benar,
aku bisa mendapatkan cahayaku sendiri,
mendapat ketentramanku,
dan bahagiaku untuk diakhir,
yang berarti awal dari sebuah keabadian,

antara sepi, keyakinan, dan prinsip
*aku yang melihat mayoritas disekelilingku
Share on:
[GarisHorizon] Kadang laut tak begitu jernih, bahkan langit pun tak secerah biasanya. Duka dan rintihan akan sayatan masa lalu begitu menggempar dalam jiwa seorang musafir. Harapan hanya tinggal kenangan, kejayaan dan kemasyuran masa lalu terlindas oleh kenyataan hidup yang begitu tajam bagai sayatan-sayatan kebencian.

Kini, semua ceria dan kebahagiaan itu menjadi renta. Terbungkuk dan terbatuk dimakan usia. Bahkan kulit keemasaan itu telah mengeriput dan kasar. Tak ada lagi kelembutan dan kehangatan. Tak ada lagi belaian kasih yang tertumpah. Tak ada. Tak ada. Dan tak ada.

Setelah semuanya terlalui, dunia hampa yang kini ditinggali. Terduduk bisu, menangis perih, mata yang berkaca hanya karena ingatan masa lalu. Debu-debu menari seolah mencerca batin yang sudah tersayat ini. Semua orang memanggilnya dengan “penyesalan”. Tapi bagiku, ini adalah “penghakiman”.

kadang sesal tak selamanya sepadan
(*Sebuah catatan akan penyesalan, kehampaan, dan lika-liku tentang ketidakberaturan
Arif Chasan - 5 Mei 2011
Share on:
[GarisHorizon] riak enggan tuk terbentuk
alir pun urung tuk melaju
yang ada hanya hening dan sepi

saat tetes itu jatuh
bayang semu akan kesepian mulai terbentuk
memperjelas angan akan khayal
tak ada ucap tak ada kata
semua sepi
semua hening
kosong...


puisi pendek tentang kesepian mengawali pagi yang sepi dengan gerimis...
(*cuaca kayak gini bikin gue jadi lebay.. hehe..
Share on:
[GarisHorizon]
Demi detik yang terpaku...
jadikan setiap momenmu adalah aliran cinta
dan butir cinta tersisip dalam alunanmu

aku ingin melukis...
setiap pertemuan kita
setiap memori dalam bayang
dan setiap rajutan kisah fatamorgana itu

apakah...
ranting cerita ini akan patah?

beri aku waktu..
agar cinta yang telah tercipta...
tak pernah pergi...
dan tak pernah berlalu...
walau raga, menjadi kaku...

Subang, 15 Oktober 2010
Arif Chasan
Share on:
~GarisHorizon~ hufft, sekarang lagi gak ada ide buat nulis, jadi bikin puisi aja ya, plus majang award yang udah dikasih ma sahabat narablog buat saya.

Senyum hujan

Saat itu,
duduk dalam diam,
membiarkan riak yang bicara,
rintik pun terbahak melihatnya,
waktu begitu kejam dengan melambat,
gelisah aku tanpa berani menatapmu,

sedangkan kamu,
tersenyum pada hujan,
entah menantiku atau menanti berlalunya waktu,
bersih dan sejuknya wajahmu yang berbalut senyum,
mencoba bertahan dari kebodohan lelaki disampingnya,

aku menyesal,
kesempatan itu lebih berharga dari isi bumi,
namun akhirnya, kelu bibir yang berkuasa,

aku yang terdiam, dia yang tersenyum, dan akhir yang tak dapat kumengerti.
PS : sory low puisinya gak karuan, abis dadakan sih.. ^_^


dan ini award yang saya dapet dari chikarei :

PS: sebenernya, ada pertanyaan-pertanyaan gitu, tapi maaf yah chika, saya gak bisa nulisin itu sekarang.
terakhir, ada award dari aby umy :



thanks ya buat temen-temen narablog semuanya, semoga persahabatan kita bisa berlangsung sangaat lama.

n, award itu boleh dibungkus sama yang ngunjungin blog ini, tapi gak juga gak apa-apa, yang penting keep posting n keep blogging!.... ^_^
Share on:
~GarisHorizon~ dibuang sayang, sepertinya itu kata yang cocok untuk postingan kali ini. puisi ini pernah saya publikasikan diblog saya yang dulu. yang saat itu suasana hati saya sangat mendukung untuk menulis ini. dan sepertinya sampai saat ini, puisi ini masih sesuai dengan suasana hati saya,,, ^_^

Love Words

Love..
Did you know it..
Did you feel it..

Love..
Something rising inside my soul..
Something touching my weakness body..

Love..
Surely, I don’t know..
Surely, I don’t understand..

Love..
Can you hear me..
Are you near me..

Love..
Please, say it..
Please, hold it..

I belong here..
I stay here..

Because of love..

Inspired by : someone who give me my-lost-spirit
Share on:
~GarisHorizon~ Aku mendapat pesan singkat dari sahabatku, isinya seperti ini :

Ketika waktu ini telah jauh berjalan
Ketika kulit ini telah lapuk dan usam
raga ini terasa hampa dan lemah
masihkah kau akan ingat aku?
rasa, cerita, yang kita buat sekarang?
akankah kau ingat dan simpan dihatimu sampai akhir nanti?
ini rasaku, tak mungkin mudah untuk kulupakan cerita indah saat kita bersama
mentari kan jadi saksi cerita kita semua bersama
sinari hari yang kita lalui saat sendu maupun tersenyum
sobat kau adalah teman terindah dari hidup ini
tempatku berbagi rasa ini
maafkanlah jika semua yang kulakukan tak mengartikan hati dan keinginanmu
ku kan selalu ada untukmu
cerita ini kan abadi di hati ini
selamanya...

yah.. sebuah pesan yang sangat panjang untuk sebuah sms, tapi saya sangat berterimakasih sudah dikirimi pesan itu, setidaknya masih ada yang ingat dan ada yang mau menjadi sahabat saya. ^_^
puisi bertema sahabat itu juga spesial saya khususkan kepada sahabat-sahabat blogger saya, dan semua pembacanya,,,, have a nice friendship bro/sis..... ^_^
Share on:
~GarisHorizon~ "aku menghargainya, makasih buat semuanya"
sebuah kata perpisahan..
yang sejuk namun membekukan..
hangat namun membakar..
sangat lembut tapi melukai..

hanya sebuah postingan kecil, yang menulis tentang garis kehidupan pribadi yang rapuh...
Share on:
~GarisHorizon~
pelangi....
di lengkung warnamu yang membias
inginku berlari menelusuri jalan yang bergaris
lari tanpa ingin ku lihat belakang kembali

pelangi....
ingin ku menggapai setiap warnamu
menjadikan indah kepalan kehidupanku
dan menggantungmu di relung hati
hingga setiap penat terhapus di kehidupanku

pelangi....
ini harap terakhirku
temani aku...
saat tak seorangpun menemani
hibur aku...
saat kelam menari dalam hatiku

*diambil dari blog lama aku, sayang daripada berdebu,, he.. ^_^
Share on:
~GarisHorizon~ Akhirnya, bisa update lagi, setelah memeras otak setelah Ujian Akhir Semester selama seminggu, bisa juga bernafas lega. he.. and i hope hasilnya bisa memuaskan. Amin..

Hm.. kemarin-kemarin aku dapat sebuah note di Facebook yang sangat menyentuh, untaiannya tentang sahabat begitu mengalir, yang menurutku dia menulisnya dengan hati.

ini dia note yang memberiku semangat setelah berpusing-pusing ria selama ujian berlangsung. thanks to Yanti for the note she had to share.


Di sini, di jantung ini ...

tahukah engkau organ apa yang ada di sebelah kiri dada?
di sana terdapat jantung ...
dan apakah yang ada di dalam jantungmu? di jantung setiap orang?
bagiku, di sini di jantungku, ada kau dan semua orang yang aku cintai ...
iya di sini, di jantung ini,
yang menyalurkan aliran kehidupan ke seluruh bagian ...
yang menyampaikan setiap doa ke setiap bagian ...
bagiku cinta kasih sayang bukan dari lisan atau tindakan ...
cinta kasih sayang ada di sini, di jantung ini ...
yang terkadang tak perlu diungkapkan ...
yang terkadang akan lebih indah jika dipendam ...
aku pun sedih jika kau sedih, aku pun bahagia jika kau bahagia ...
tapi inilah aku,
diamku, sikap tak acuhku, semua jelekku,
aku sakit jika kau tak peduli ...
karena kita dipertemukanNya bukan oleh kesamaaan,
tapi detakan yang hidup di sini, di jantung ini ...
karena itulah kamu ada di sini ...
di jantungku ...
Share on:
~GarisHorizon~ Mungkin tak pernah sadar
Atau mungkin tak pernah terbangun
Yang ada kini hanya kenangan
Beselimutkan waktu dan bersandarkan masa
Kini semua sudah terlewati
Dan Tak mungkin untuk berjalan memutar




Sesalkah?
Tentu, siapa yang tak akan menyesal jika waktu sudah melaju begitu kencangnya
Namun kita hidup dalam pilihan
Dan semuanya ada ditangan kita,
Apakah akan bangun dan berjalan beriringan bersama masa
Ataukah tetap termenung membiarkan tambang waktu terus menerus melewati kita...

Untaian ini aku buat, bagi jiwa yang rindu akan kenangan tapi tetap berjalan sampai waktu benar-benar terhenti...
Share on:
~GarisHorizon~ Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu...

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...

Dari Tupai Kepada Pohonnya...

Sering kuanggap dia pohon yang kuat,
Sehingga tidak sakit saat dahannya kukerat-kerat
sampai bergetah...
Apalah artinya keratan kecil pada pohon yang
tangguh? Begitu pikirku selalu...

Sering pula aku bersandar kepadanya,
Kala lelah datang tiba-tiba
Sering pula aku menangis dibawahnya,
Dan merasakan betapa ujung-ujung dahannya
menyatu memelukku
Aku sering pergi meninggalkannya, bermain-main
di pohon lain
Tapi ia tetap disana, kukuh berdiri walau daunnya
mengering ...
Dan rontok sehelai demi sehelai
Bila aku kembali, daunnya berubah lagi menjadi
hijau
Segar rasanya ..
Sering aku berpikir dia akan jatuh
Roboh menimpaku dan membuatku mati
Dan segala prasangka itu membuatku ingin pindah
ke pohon lain
Ditengah ragu, ia menawarkan sebuah lubang di
batangnya untukku bersarang ...
Sekarang kala hujan menderas,
Aku tahu insya
Allah dia diciptakan untuk aku
Dan insya
Allah aku diciptakan untuknya ...



.....untukmu yang selalu ku ingat...

sumber : gak tau! tiba-tiba aja ada di flashdisk saya... tp, keren.. jadi saya posting juga.. he.. ^_^
Share on:
~GarisHorizon~ wajah halus itu kini memiliki jejak
dalam diam dan tak bisa berkata apa-apa
dia hanya menutup muka dan berpaling
hanya ketenangan yang terpancar darinya

sungai telah menganak melalui jejak itu
berbutir-butir banyaknya walau tak ada yang tahu
bekasnyapun tak dapat terlihat oleh orang lain

dia terlihat begitu rapuh
dia terasa begitu lemah

tapi, dialah manusia yang sangat tangguh
hanya dengan kekuatannya dia mampu memberikan kehidupan
dan dengan cintanya alampun berseri-seri

Tuhan memberinya nama "Wanita"

sebuah puisi yang saya dedikasikan untuk seluruh wanita di dunia khususnya kepada wanita yang belum mengetahui seberapa berharganya dirinya.
Share on:
~GarisHorizon~

dewi nirwana. . .
begitulah aku menganggapmu
jauh, dan tak mungkin terjangkau
hanya menjadi mimpi insan hina sepertiku

kilau permata. . .
cahyamu menjadi damba
harapanku akan dirimu hanya angan
melihatmu, tentram terbasuh dalam diri

kau yang kudamba. . .
suaramu, senyummu, dan lembutnya hatimu
membelai dan berkilau dalam jiwaku yang hampa
membasuh akan keringnya hati ini

entah kau menyadarinya atau tidak. . .
tapi dirimu telah mengubah hidupku
cita dan angan telah tumbuh dalam diriku
semangat akan kesucian jiwa
telah tumbuh seiring sukma yang kau beri
Share on:
  • Blogging is not only about posting. It is about your heart who took part in every post that you type.
140x140

@arifchasan

Blogger, Programmer and tired all the time
Categories
  • artikel (73)
  • cerita (50)
  • doodling (10)
  • elegi (6)
  • journey (34)
  • ngawur (55)
  • opini (31)
  • puisi (18)
  • sehari-hari (51)

My Families

  

My Friends

  • Home
  • About
  • Beli Pulsa
Copyright © Garis Horizon