Hola!

Nama saya Arif Chasan (dibaca Hasan bukan Casan apalagi Charger). orang Sunda yang lahir di Kebumen. bekerja sebagai Programmer, Sistem Analis juga. insya Allah (masih) Ngeblog. Selengkapnya

author

Momen terakhir...

2 comments
Suasana malam ini begitu bagus. di suatu tempat makan dengan tema saung sunda. disajikan makanan nikmat di atas meja. dan ada kamu duduk di hadapanku. setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kamu yang bisa kubilang sebagai cinta monyet. juga bisa diartikan sebagai cinta pertama. entah bagaimana, kita bisa mendapatkan momen ini. yang dalam 10 menit pertama pertemuan kita setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kita sama-sama menyimpulkan kalau kita belum banyak berubah. yang jelas senyummu masih sama

Sama seperti dulu, saat bersama seperti ini, kita tidak pernah bercerita banyak. saling diam sesekali tersenyum. bercerita tentang satu tema, dan berakhir kurang dari 10 menit. saling diam lagi. cerita tentang tema lain.. begitu seterusnya.

Tapi malam ini agak berbeda. kamu membawa cerita bahagia dalam pertemuan ini. yaitu dalam waktu dekat, kamu akan melangsungkan pernikahan.

Beberapa kali aku ke belakang hanya untuk menghembuskan nafas berat. ngga enak kalau melakukannya di hadapanmu yang sedang berbahagia. entahlah, dari lubuk hati yang paling dalam, aku benar-benar ikut bahagia mendengar kabar itu. tapi justru entah itu kenangan atau perasaan yang memenuhi rongga dada sampai-sampai terasa sesak. aku tak ingin terlalu memikirkannya.

Menit-menit berikutnya kita bercerita tentang masa lalu. tidak ada yang tidak bisa dibicarakan kalau menyangkut dengan masa lalu dan kenangan. ada beberapa cerita yang aku sendiri baru tahu, selebihnya adalah kenangan tentang seorang anak kecil yang sedang jatuh cinta. saat ini, di momen ini. kita sudah sama-sama dewasa dan sama-sama menertawakan anak kecil itu.

Mungkin malam ini adalah momen terakhir kita bisa duduk berdua bersama lagi. tapi untuk selanjutnya, izinkan aku ikut mengiringi hidup bahagiamu dengan do'a-do'aku yang kusampaikan pada langit. mungkin di suatu waktu di masa depan, kita akan bertemu lagi dan sama-sama menertawakan momen ini. entahlah...


Baca selengkapnya

Hidup bermasyarakat

11 comments
[Garis Horizon] Sampai hari ini, sudah hampir dua bulan saya menempati rumah di Cileungsi, Kab. Bogor.

Bagi yang belum tahu, saya mengambil cicilan rumah bersubsidi tipe 36/72 di salah satu dari sekian banyaknya perumahan di kecamatan yang rumornya akan masuk wilayah pemekaran Bogor Timur ini.

Sampai hampir dua bulan saya tinggal di sini, perumahan luas ini masih tergolong sepi, dari satu blok yang ada sampai dua puluhan rumah, yang terisi paling baru 1-10 unit rumah saja, bahkan ada yang belum diisi sama sekali. jadi kalau kamu teriak-teriak di pojokan perumahan sini malem-malem. paling yang nyaut cuma jangkrik sama kodok yang lagi pacaran.

hasil foto yang saya ambil dari depan rumah
Hari-hari awal di sini saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa, tetangga blok saya yang sudah berkeluarga semua dan banyak yang berangkat kerja nyubuh pulang malem -sama seperti saya- dan pengalaman hidup hampir empat tahun ngekos di Jakarta yang masyarakatnya acuh tak acuh, saya merasa akan susah akrab di sini. sampai akhirnya salah satu tetangga saya - bapak berumur empat puluhan beranak satu - mengajak saya ngopi di depan rumahnya saat saya baru pulang kerja.

Ngopi-ngopi perdana saya di perumahan ini mengubah semuanya. mungkin dari 22 tahun hidup saya, baru kali ini saya merasakan hidup bermasyarakat yang sesungguhnya. mulai dari nongkrong-nongkrong biasa, arisan sampai kerja bakti dan ngeronda. semua saya lakukan di sini. dan saya merasa senang sekali, berkumpul dengan orang-orang dekat serasa seperti terapi. tetangga di sini seperti saudara dekat semua. dan saya seperti anak bungsu, soalnya cuma saya yang paling muda dan belum menikah di perumahan baru ini. *sekalian curhat

Bagi seorang introvert seperti saya yang selalu menghabiskan waktu di dalam rumah, ini benar-benar baru. dan mendengarkan bapak-bapak menyampaikan cerita-ceritanya ketika sedang ngopi dan nongkrong, sungguh banyak sekali pengalaman hidup yang jauh dari bayangan saya yang masih berumur tanggung ini.

Saat bercanda, bapak-bapak ini senang sekali ngobrol hal-hal vulgar - sambil godain saya yang satu-satunya belum punya istri - tapi ketika sedang serius, banyak cerita-ceritanya yang menggetarkan hati dan terasa sekali mereka-mereka sudah memakan asam garam kehidupan.

Salah satu contohnya adalah cerita bapak "H", saat pertama kali kenal beliau, saya mendefinisikannya sebagai tim hore. selalu lucu dan melawak disetiap obrolan-obrolan kami. semua warga sini menyukai bapak "H". dia selalu membuat ceria suasana di setiap waktu kita kumpul.

Sampai di satu malam, beliau bercerita sambil mata berkaca-kaca. di satu titik kehidupannya, ia kehilangan hampir semua keluarganya karena perampokan.

Di detik itu, saya hanya bisa ikut berkaca-kaca.

Intinya adalah, saya bersyukur sekali memutuskan untuk pindah ke sini. suasana dan orang-orang baru ini, membawa hawa positif bagi kehidupan saya yang masih hijau. mudah-mudahan ini bisa bertahan. bertahan sangaaat lama.


-Arif Chasan 18 Maret 2015
Baca selengkapnya

hidupmu terlalu nyaman

6 comments
hidupmu terlalu nyaman dibalik layar 5 inchi

umpatmu seolah tak berkonsekuensi

cacimu kau bilang kritik

makian kau anggap pendapat

apa yang kau tuntut sebenarnya? hak atau justru arogansimu?

kau menganggap dirimu telah melakukan sesuatu. -dengan hinaan yang kau sisipkan pada komentar

sebenarnya maumu itu apa?

dunia ini bukan hanya milikmu -bahkan bukan milik siapa2

lantas teriaklah kamu, yakin bahwa dunia berhutang sangat banyak padamu

menganggap orang lain tuli, meski dirimu tak mau mendengar

menuduh orang lain buta, meski dirimu sendiri menolak untuk melihat



Baca selengkapnya

Jangan beli paket volume ultima dari Telkomsel

5 comments
Sebulan lalu modem smartfren saya hilang, dan saya tidak mungkin hidup sebulan tanpa internet. karena aktifitas saya sehari-harinya tak bisa lepas dari internet. dari sekedar mengisi waktu sampai bekerja, semuanya saya lakukan lewat internet.

mau beli modem baru, tapi belum memiliki cukup uang, akhirnya saya putuskan untuk berlangganan internet dengan kartu as saya yang sudah saya miliki hampir 7 tahun ini.

agak berat sih awalnya, soalnya paket internet telkomsel ini ada dua tipe. satu berbasis volume, satu lagi kuota. saya pernah pakai kuota, kalau kuotanya habis, memang masih bisa internetan. tapi untuk buka homepage google.com saja bisa saya tinggal mandi dulu, cuci baju, yoga sampai saya merayakan ulang tahun lagi pun proses membuka googlenya masih saja loading.

yang kedua ini berbasis volume. tapi mahalnya minta ampun. untuk volume 9GB saja hargnya 400ribuan. dan yang paling bikin emosi dua belas dari paket ini adalah, kalau volumenya habis, telkomsel GAK NGASIH TAHU APAPUN. ngga ada notif atau apa. jadi kalau volumenya habis, dan kartu telkomsel kamu masih ada pulsa, ucapkan selamat tinggal pada pulsa kamu. dan saya sudah kecolongan ini hampir sejutaan (rupiah).

biasalah, lagi youtube-an, browsing dll.. pulsa saya baru ngisi 100rb. tau-tau volume sama pulsa di angka 0. kamu mau komplen sampai keluar kecoa dari mulutpun, telkomsel gak akan mau tau.dan ini sudah kejadian sama saya sekitar 4 sampai 5 kali.

satu kejadian terakhir baru-baru ini, ceritanya saya masih punya volume 500MB dan pulsa 160rb. ditinggal tidur dan bangun-bangun pulsa 0 dan volume masih 500MB. gila kan?

terus apa telkomsel mau refund? boro-boro, saya komplen dijanjiin maksimal 3x24 jam. di tanya lagi di hari keempat, disuruh nunggu lagi 3x24 jam. mungkin nunggu saya lupa ya?

memang saya cuman satu orang dari 200juta pelanggan telkomsel. pelanggan yang udah hampir 7 tahun pakai telkomsel, dengan penggunaan data hampir sejuta dibulan ini. tapi mohon izinkan saya untuk berkata ini dari dalam lubuk hati saya paling dalam - "dengan ini saya menyatakan benar-benar kecewa dengan pelayanan telkomsel"

jadi saran saya, jangan beli paket volume ultima dari telkomsel... atau jangan pakai telkomsel aja sekalian.

cheers

--edit bukti printscreen--





bisa diliat itu diprinstcreen diwaktu yang sama. biaya gprs 168rb tapi masih ada volume 500MB

printscreen tambahan lagi biar ngga dianggap omong kosong kalau saya emang rugi banyak dari paket ini




Baca selengkapnya

what a life

8 comments
saya sangat bersyukur. sungguh-sungguh bersyukur.
saya mau cerita sedikit tentang hal-hal yang membuat saya benar-benar bersyukur.

saya mempunyai keluarga yang sangat suportif. kalau melihat kebelakang, waktu umur saya masih dibawah jumlah total jari tangan, saya tidak pernah dimarahi kalau pulang ke rumah dalam keadaan kotor akibat main bola hujan-hujanan. justru saya akan dimarahi besar-besaran kalau berbohong sama orang tua saya. bagi saya yang sekarang, ini benar-benar pelajaran yang sangat berharga.

saya kemudian masuk SD, MTs, dan SMK. semua sekolah yang saya tempati itu semuanya adalah pilihan saya. memang orang tua dan beberapa orang memberikan masukan, tapi keputusan akhirnya tetap ada di tangan saya.

juga ketika akhirnya saya lulus SMK dan memutuskan untuk merantau ke Jakarta, orang tua saya mendukung penuh keputusan saya tersebut.

di Jakarta inilah saya benar-benar belajar tentang hidup dan mengerti bagaimana dunia bekerja. jatuh bangun, susah senang, sakit sehat semuanya saya alami di Jakarta ini. bahkan rasa iri dan syukurpun saya baru benar-benar rasakan ketika hidup di sini.

boleh dibilang, beberapa minggu kebelakang saya baru mulai serius membangun hidup saya. dimulai dengan keputusan mencicil rumah diwilayah cileungsi, bogor. seperti biasa, begitu mendengar keputusan saya, kedua orang tua saya selalu suportif. justru malah ada teman yang "meragukan" keputusan saya dan menjabarkan sederet kerugiannya ketika saya pindah ke rumah cicilan saya sendiri dan setiap harinya harus pulang pergi kantor- rumah. saya senyum saja.

memang rumahnya jauh dari kata mewah dan kekurangannya banyak.. tapi ketika semuanya dari hasil tenaga sendiri dan tidak kekurangan ucapan syukur, semuanya sungguh manis.. betul kok :)

terakhir, kalau kebetulan ada yang lagi disekitaran cileungsi, bogor. monggo hubungi saya, kita ngeteh dan ngopi sambil cerita-cerita diberanda rumah kecil saya..


Baca selengkapnya
Previous PostPosting Lama Beranda

Google Friend Connect