Apakah benar semua akan baik-baik saja?


Ketika ada suatu kemalangan, kadang doa sendiri dan doa sekitar kita adalah menegasikan apa yang sedang dialami. Misal baru putus cinta akan ada suara "Ngga apa-apa, nanti pasti dapat pasangan yang lebih baik" atau baru kemalingan "Ngga apa-apa, nanti dapat rezeki yang lebih banyak"

Begitu dan begitu terus dari kita kecil sampai mungkin akhir hayat nanti. Insya Allah akan lebih baik, semua ada hikmahnya, semua akan baik-baik saja. Benarkah demikian?

Mentalitas seperti itu yang membuat surat keterangan kehilangan kendaraan hanya untuk formalitas klaim asuransi dan pengurusan surat-surat lainnya. Saya bukannya mau mendiskreditkan pekerjaan polisi tapi dari yang pernah saya alami, mereka minim sekali usaha untuk mengusut kasus (jika tidak mau dibilang sama sekali tidak bekerja)

Kalau di serial tv luar sana, kehilangan sepeda aja diusut dari CCTV, ditanya pelakunya ciri-cirinya seperti apa, dicari pintu ke pintu sampai akhirnya ketemu atau ngga ketemu, tapi sudah kelihatan kerjanya. Ngga sambil ngerokok dan ngopi, ngetik nama korban aja satu tuts satu tuts lebih dari 5 menit.

Jadi melebar, yang saya ingin bahas sebenarnya adalah sifat berharap lebih yang tidak pada tempatnya dan berharap akan mendapat keadilan dari kemalangan. Nggak ada yang adil di dunia ini. Saya sudah berdamai dengan pernyataan itu.

Apakah kamu akan mendapat rejeki gantinya setelah dirampok? apakah orang yang jahat dan mengkhianatimu akan mendapat balasannya? apakah orang yang berhutang padamu tapi ketika ditagih malah lebih galak hidupnya akan lebih susah?

Nein. Dan ngga perlu berharap itu terjadi.

Hidup itu ngga adil, ngga perlu berharap lebih pada hidup. Orang jahat dan orang baik di dunia ini bisa sama-sama hidup enak. Orang baik bisa terus-terusan diinjak-injak selama hidupnya dan ngga akan pernah sampai bisa sedikitpun merasakan "enak" dihidupnya sampai akhir hayat. Orang jahat pun bisa terus-terusan hidup enak sampai akhir hayatnya tanpa ada sedikitpun pembalasan buatnya selama hidup di dunia.

Bahkan tidak perlu merasa tersinggung ketika berusaha mengulurkan tangan minta pertolongan malah mendapatkan perlakuan dingin. Hidup ya seperti itu. Penuh dengan kekecewaan dan penghianatan. Kita tidak sedang hidup di surga.

32 comments
  1. Wahhh bener banget tuh, kita membantu orang pun terkadang minta dibantuin balik malah ogah.. Yahh walaupun tidak terlalu berharap seperti itu, hanya minta tolong saja tapi perlakuan dan pembalasannya malah beda.. Yang penting sih tetap berlaku baik aja lah, nanti juga akan indah pada waktunya. Soal indah pada waktunya itu beneran ada sih, kadang kita ga minta malah diberi, bisa dari orang yang berbeda atau hal-hal yang kita lakukan di suatu tempat.. Memang mukjizat itu ada hha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhahaha kalau orang seperti itumah biarin aja dah, balasan mungkin gak sekarang... Bener banget tuh, pembalasan yang baik atau jahat akan datang pada waktu yang tepat

      Hapus
  2. Hahaha baca ini aku jadi ingat peristiwa yang aku alami beberapa tahun lalu.

    Saat itu rumah aku kemalingan karena aku mudik lebaran. Hampir semua barang berharga hilang.

    Aku juga malas lapor polisi, takut ribet. Apalagi asuransi, ngga ada tuh. Jadi akhirnya aku jalani saja seperti biasa, sambil sekarang agak hati-hati, aku titipkan sama orang kalo mau mudik lebaran.😄

    BalasHapus
  3. Iyaaa intinya baik kehilangan atau kita memberikan sesuatu pada orang Ikhlaskanlah karena tanpa kita sadari pasti ada penggantinya. Yaa meski terkadang pas dalam posisi kurang tepat.


    Contohnya kita kehilangan uang 100 ribu atau uang kita dicopet.

    Terus dapat gantinya lebih besar namun terkadang posisi itu kita lagi banyak uang. Jadi terkadang kita sebagai manusia suka lupa atas rezeki yang sudah datang kembali.😊😊

    BalasHapus
  4. Bener banget, jangan berharap kalo ga ada usaha, apalagi berharap lebih :)

    BalasHapus
  5. Nice gan...jangan berharap pada manusia, berharaplah pada Allah SWT dan mimpi kita

    BalasHapus
  6. sabar, ya. setiap perkara itu bagus bagi mukmin. karena jika itu menyenangkan baginya ia akan bersyukur. dan jika tidak menyenangkan, ia akan bersabar. keduanya bisa mendatangkan pahala.

    BalasHapus
  7. Begitulah hidup di akhir zaman. Jangan terlalu berharap tapi juga jangan terlalu apatis, apalagi hidup di zaman yang ukurannya selalu materi, tapi tetap saja ada orang yang benar-benar baik. Semoga kita diberikan kekuatan untuk mendapatkan kehidupan yang diridhoi Allah Swt. Aamiin. Oh ya, saya follower baru blog ini dan kunjungan perdana ke blog yang menarik ini. THx

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Nah bener banget, jangan terlalu berharap banyak. Yang terpenting kita iklas dan tulus melakukannya

      Hapus
  9. Apapun itu memang perlu kita ikhlaskan sob.

    BalasHapus
  10. Ini aku juga sedang bertanya tanya, akankah semua akan baik baik saja?
    Rasanya kok masih sulit iklas saat badan rasanya sakit semua, perut seperti diaduk aduk sepanjang hari. Dan bener ternyata, berharap terlalu banyak pada dokterpun tidak selalu membantu. Berharap ya pada yang paling Kuasa saja seperti nya.

    BalasHapus
  11. Yang pasti mah jangan pernah beharap banyak sm manusia ya kang.. kalau terlalu berharap bakalan kecewa suatu saat nanti

    BalasHapus
  12. Ya bener juga sih, beberapa kasus di tempatku yg lapor polisi ya nggak ada kejelasan, nggak tahu emg diusut atau cuma formalitas penanganan kasus. Hhhh
    Prinsipku, selagi aku bisa berbuat baik, bermanfaat buat orang lain bismillah aja lakukin hal yg bisa. Perkara orang lain balasannya gimana ke kita, yaudah. Diterima. Syukurin. Wkwkwk

    BalasHapus
  13. sama seperti film mas, tokoh jahat 85% enak2. Tokoh utama baru merasakan enak pada bagian akhir aja. sungguh gak adil

    BalasHapus
  14. Budaya di negeri ini memang unik. Tapi keunikannya itu justru menjadi penguat hati.
    Mudah sekali memaafkan dan tawakalnya tingkat dewa
    Sebab dihatinya sadar, kehilangan ayam jika diurus melebar nanti justru kehilangan sapi
    Kalau ada hal kesedihan, saya lebih suka diam tidak mau sok bergaya pengalaman atau memberikan nasehat
    Sebab jika saya sendiri yang mengalami, belum tentu bisa setabah itu

    BalasHapus
  15. Hidup itu ngga adil Arif
    tapi perhitungan Allah selalu adil
    entah dibalasnya didunia
    entah dibalasnya diakhirat
    aku sudah mikir kesana soalnya hidup terlalu lama juga sepertinya ngga enak :))

    BalasHapus
  16. Hidup itu keras gaes. Kalo gak tahan banting yaudah, kamu akan diinjak-injak terus.

    BalasHapus
  17. Terima kasih sudah diingatkan. Saat ini sedang dalam fase mencoba berdamai dengan ketidak adilan itu.

    BalasHapus
  18. Belum update lagi kang Arif Chasan, tetap semangat ya, jangan putus asa, hidup memang begini.😁

    BalasHapus
  19. Saya setuju mas.
    Sejak awal, hidup emang nggak pernah adil dan nggak usah berharap ada keadilan di dunia ini.

    BalasHapus
  20. kalau aku sih percaya bahwa selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. ya, memang sih awalnya terasa nyesek, misal kehilangan motor dll.. tapi terkadang setelahnya, rezeki kita jadi makin lancar.

    aku pernah merasakannya juga soalnya.. hehe..

    BalasHapus
  21. Karena hidup lebih kepada soal penerimaan atas apa yang terjadi, bukan begitu? :D

    BalasHapus
  22. tidak semua org baik akan selalu diinjak mas. keep it up !

    BalasHapus
  23. saya juga ngak tahu Mas apakah semuanya akan berjalan baik - baik saja, sebab masih mesteri, :)

    BalasHapus
  24. Rasanya gak perlu seskeptis itu mas, Alhamdulillah saya sering mendapat keberuntungan dan kebaikan dari berbagai orang.
    Kadang saya rasa itu bagian doa dari ibu saya.

    Saat saya kecil hingga SMA, rumah saya sering kedatangan orang2, famili jauh, teman2 adik, teman2nya sodara yang kadang nginap berhari2. Bahkan ada yang berbulan2.
    Ekonomi keluarga kami tidaklah berkecukupan sehingga pastinya ortu saya kesulitan mencukupkan makan sehari2 karena tambahan jiwa yang ada di rumah.

    Yang saya ingat ibu saya selalu berkata, kami niatkan kebaikan ini akan dibalas Allah pada anak2 dan keturunan kami.

    BalasHapus
  25. Dibikin enak aja mas.. Semua sdh disediakan gantinya yg terbaik, tapi kadang karena tak tau rencanaNya jadi kurang sabarnya

    BalasHapus
  26. Badaiii pasti berlaluuuuu ... sembari nyanyi biar ga gila

    BalasHapus
  27. Astaga related sekali. Dan bener... kita tidak sedang hidup di surga.

    BalasHapus
  28. Waduuh kalau ada oknum petugas punya mental ogah-ogahan, ntar-ntaran ngurus musibah yang dihadapi masyarakat/pelapor ...,sebaiknya dilaporkan saja.
    Itu namanya ngga ada manfaatnya buat masyarakat.

    BalasHapus
  29. Kita akan baik baik saja...
    tanpa panik dan kekhawatiran berlebihan...
    Salam kenal , dan semoga selalu dalam lindunganNYa

    BalasHapus
  30. kata guru saya, apa yang kita fikir, cakap, niat, terlintas di hati semuanya doa. jadi kalau kita fikir baik2, cakap baik2, niat baik2, maka yang akan datang pastinya yang baik2 sahaja... (law of attraction)

    BalasHapus